Ndalem Yudhanegaran Pentaskan Wayang ‘Babad Diponegoro’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro memiliki cara berbeda dalam menceritakan perjalanan hidup Pangeran Diponegoro. Bukan lagi buku atau film, kini cerita perjalanan hidup Diponegoro hingga Perang Jawa melawan Belanda dituangkan dalam wayang yang sudah 12 kali dimainkan di berbagai wilayah Indonesia.

Selasa (12/11/2019) malam, lakon wayang yang yang mengambil intisari dari Babad Diponegoro tersebut dimainkan di Ndalem Yudhanegaran Jalan Ibu Ruswo Kota Yogyakarta. Sangat spesial lantaran selama ini dimainkannya lakon tersebut dalam wayang sangat jarang terdengar.

Rahadi Saptata Abra, penyelenggara dari Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro mengungkap selama ini masyarakat mungkin hanya mengetahui cerita Pangeran Diponegoro dari buku-buku dan sumber tertulis saja. Namun, terkadang orang malas membaca dan akhirnya pengetahuan tentang salah satu pahlawan nasional tersebut tak menyeluruh.

“Akhirnya kami dari trah coba menginisiasi wayang Diponegoro ini, sumbernya dari Babat Diponegoro yang ditulis sendiri oleh Pangeran Diponegoro, ini diakui Unesco sebagai satu diantara tiga sumber tulis yang masuk memory of the world, warisan akademis dunia. Hari ini kami pentaskan di Ndalem Yudhanegaran, kebetulan yang ke-12 kali selama beberapa waktu ini,” ungkapnya di sela pementasan.

Dalam kisah wayang tersebut, dikisahkan bagaimana latarbelakang Diponegoro yang merupakan anak laki-laki pertama Sultan HB III meski bukan dari permaisuri. Kemudian dijelaskan pula ketika HB I memprediksi bahwa Diponegoro yang memiliki nama lahir BRM Mustahar ini akan membuat kekacauan lebih besar untuk Belanda di kemudian hari.

“Harapannya, masyarakat bisa lebih mudah mempelajari tentang sejarah Diponegoro secara lebih utuh dan menarik. Termasuk semangat beliau bisa diteladani, seperti bagaimana ia pantang menyerah saat perang lima tahun dan saat ia tetao taat dengan hukum negara serta agama,” sambung dia.

Trah Pangeran Diponegoro sendiri saat ini berjumlah ribuan orang yang tersebar di berbagai wilayah. Pangeran Diponegoro sendiri diketahui memiliki delapan orang istri dan 22 anak yang saat ini menyisakan 17 yang diketahui garis keturunannya. (Fxh) 

BERITA REKOMENDASI