Nelayan Diminta Jadikan Laut Halaman Depan DIY

YOGYA (KRjogja.com) – Selasa (30/8/2016) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY menyelenggarakan Musyawarah Daerah lima tahunan bertajuk Among Tani Dagang Layar di aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Dalam acara yang juga dihadiri Ketua Umum HNSI Pusat, Mayor Jendral Yusuf Solihin ini nelayan Yogyakarta diminta untuk menjadikan laut sebagai halaman depan wilayah DIY.  

Yusuf Solihin mengatakan hasil laut wilayah DIY yang dieksplorasi baru mencapai 10 persen dari total potensi yang ada. Hal ini tentu saja membutuhkan sinergisitas dari berbagai instansi termasuk nelayan dan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY untuk memaksimalkan hasil tangkapan.  

"113 kilometer lebih garis pantai di DIY mulai Kulonprogo hingga Gunungkidul dan ini tentu saja potensi besar bagi hasil laut di sini. Nelayan harus mampu menjadi yang utama menjadikan laut sebagai halaman depan, harus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan," ungkapnya.  

Yusuf juga meminta Pemerintah DIY untuk melakukan penataan di kawasan laut agar hasil tangkapan nelayan bisa semakin maksimal termasuk salah satu hal penting yakni memberikan permodalan dengan bunga rendah serta mempersiapkan infrastruktur.
"Kami berharap jangan nelayan terusir oleh pariwisata begitu pula sebaliknya, jadi harus ditata mana kawasan yang tepat untuk nelayan mendapatkan hasil terbaik, ini peran pemerintah juga seperti saat Menteri Susi berjanji pada saya," lanjutnya.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Sigit Sapto Raharjo mengatakan hingga saat ini jumlah nelayan mencapai lebih dari 3000 orang. Pihaknya terus mendorong para nelayan untuk memaksimalkan hasil tangkapan ikan laut dan menjadikan laut sebagai halaman depan sesuai dengan program Pemda DIY.

"Kami masih punya masalah bahwa nelayan kita terhitung baru karena dulu ada mitos ketakutan melaut di pantai selatan dan kapalanya juga masih kecil-kecil. Kami minta pemberian kapal dari pusat dilewatkan ke dinas, jadi pembiayaan bila ada kerusakan jadi tanggungan pemda, nelayan tinggal memaksimalkan saja," terangnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI