Nikmati Indahnya Yogya dengan Sepeda

Editor: Ivan Aditya

GOWES atau bersepeda kini mulai populer digunakan para wisatawan untuk menikmati Kota Yogya dari dekat. Terlebih lagi Yogya memiliki sejumlah rute wisata sepeda dengan menawarkan jarak dan destinasi yang sangat bervariatif.

Wisata sepeda menjadi alternatif yang harus dicoba ketika berkunjung ke Yogya. Terlebih lagi, Pemkot Yogya telah menyediakan sepeda wisata yang dapat digunakan untuk menjelajahi berbagai destinasi menarik.

Sepeda wisata itu dapat dengan mudah digunakan. Wisatawan cukup mengunduh aplikasi Jogjabike melalui Playstore. Melalui aplikasi Jogjabike, wisatawan dapat melakukan registrasi untuk menggunakan sepeda wisata.

Menyoal jalur wisata sepeda, pelancong juga tidak perlu bingung. Ada lima rute wisata sepeda yang telah disiapkan dengan jarak tempuh yang berbeda. Rute-rute ini akan melewati destinasi wisata yang menarik untuk disinggahi.

Dikutip dari laman resmi Pemkot Yogya, Dinas Pariwisata setempat telah meluncurkan program Monalisa (Menikmati Harmoni Kota Jogja dengan Lima Jalur Sepeda Wisata). Berikut lima rute wisata sepeda sesuai dengan jarak tempuh dan titik destinasinya. Rute wisata sepeda ini dapat diakses juga dalam aplikasi Jogja Smart Service (JSS) dalam menu Gowes Kota Jogja.

1. Romansa Kota Lawas (12 Kilometer

Seperti namanya, wisatawan melalui rute ini akan disuguhi berbagai destinasi menarik terkait romansa kota masa lalu. Pesepeda bisa menikmati suasana warisan Kota Baru, Gembira Loka Zoo, Gajah Wong Educational Park, kuliner di Lapangan Karang, dan Kampung Herbal Rejowinangun.

Selain itu wisatawan juga bisa singgah di lokasi yang fotogenik di Rumah Persik. Sementara destinasi sejarah yang dapat dikunjungi antara lain Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Makam Raja Kotagede, dan Omah UGM.

Titik awal rute ini adalah Dinas Pariwisata Kota Yogya menyusuri Jalan Jendral Sudirman, Jalan Sajiono, Jalan Juandi, Jalan Ipda Tut Harsono, Jalan Kusumanegara. lalu menuju kawasan Kotagede dan berakhir di Bendung Lepen Giwangan.

2. Tilik Jero Beteng (8 Kilometer)

Jero Beteng dalam Bahasa Jawa berarti di dalam pagar atau berada di dalam beteng Keraton Yogyakarta. Sehingga rute ini akan banyak mengeksplorasi destinasi dan tempat menarik yang berada di dalam pusat Kerajaan Yogyakarta.

Selain menikmati kemegahan warisan budaya Jogja, pesepeda juga bisa menikmati keindahan pemandangan Mata Air Belik Tanjung, dan singgah di Kanal Ikan Mina Julantoro atau di Kebun Sayur Ngudi Mulyo. Rute ini dimulai dari Pasar Pakuncen, dan berakhir di Pesanggrahan atau Istana Atas Air Taman Sari. Sepanjang rute ini pesepeda bisa menikmati warisan budaya di sekitar Keraton, Taman Sari dan Alun-Alun Selatan.

3. Jajah Kampung Susur Sungai (6,7 kilometer)

Rute diawali dari Jalan Jendral Sudirman menuju ke Taman Robin, yaitu taman dengan konsep Internet of Things yang dikembangkan dalam sistem penyiraman tanaman otomatis.

Dari Taman Robin dilanjutkan perjalanan melewati Pasar Kranggan, dan berhenti di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karangwaru. Suasana desa akan semakin terasa ketika pesepeda memasuki Kampung Sayur.

Selanjutnya menuju ke RTH Becak Maju yang merupakan akronim dari Kelurahan Bener dan Kricak Maju. Baru setelahnya, pengunjung akan melewati Jalan Bener dan titik akhir rute di Museum Diponegoro.

4. Jajah Kampung 2 (6,5 kilometer)

Sepanjang jalur pesepeda bisa menikmati bangunan-bangunan kuno seperti Museum Wiratama, bengkel kereta api, Balai Yasa, dan Makam Wijaya Brata. Rute ini dimulai dari Museum TNI dan finish di Makam Wijayabrata.

Wisatwan akan melewati kampung wisata Sentra Batik Jumputan, wayang karakter hingga cosplay yang sudah dijual hingga mancanegara. Untuk beristirahat, wisatawan dapat sekaligus menikmati keindahan alam di Embung Langensari dan juga di Taman Bakung.

5. Rute Taman Pintar (6,17 kilometer)

Gereja Gothic yang sempat viral sebagai latar foto yang estetik dapat ditemui di rute ini. Sehingga cocok untuk pemburu swafoto. Rute ini dimulai dari Taman Pintar Sultan Agung dan berakhir di Taman Pintar II Tegalturi.

Pesepeda bisa menikmati Sentra Kerajinan Kulit Keparakan, dan Taman Inspirasi Code. Jalur wisata yang ditawarkan tersebut sejalan dengan inisiasi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta tentang wisata sehat. Selain menikmati eksotisme Jogja, wisatawan sekaligus berolahraga.

Pemkot juga telah menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan destinasi wisata. Pengunjung pun diwajibkan untuk melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan untuk mencegah penularan Covid-19. (*)

BERITA REKOMENDASI