Nilai Ekspor DIY Capai 338,02 Juta Dolar Amerika

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Nilai ekspor DIY telah mencapai USD 338,02 juta pada 2018 yang mengalami kenaikan 13,96 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai USD 296, 61 juta. Komoditas mata dagangan yang berandil besar dalam meningkatkan nilai ekspor DIY tersebut antara lain pakaian jadi tekstil, mebel kayu, sarung tangan kulit, biji vanila dan minyak atsiri.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yuna Pancawati mengatakan, realisasi nilai ekspor DIY pada 2018 lalu mengalami kenaikan hampir 14 persen dibandingkan dengan tahun 2017. Sementara untuk volume ekspor DIY pada 2017 mencapai 59,24 juta kg dan pada 2018 sebesar 53 juta kg.

"Nilai ekspor DIY tahun lalu mengalami kenaikan cukup signifikan, sebaliknya dari sisi volume ekspornya justru berkurang. Terjadi penurunan volume ekspor di DIY pada 2018 lalu setidaknya 9,55 persen karena berat mata dagangannya yang dikirim kecil tetapi nilainya sangat besar," tutur Yuna Pancawati.

Dijelaskan, untuk komoditi yang diekspor dari DIY berkembang dari 78 komoditi menjadi 88 komoditi. Senada, negara tujuan ekspor dari DIY pun berkembang dari 111 negara menjadi 115 negara dengan jumlah eksportir juga naik dari 314 eksportir menjadi 360 eksportir atau naik 14,65 persen.

Kepala Seksi Fasilitasi Ekspor Impor Disperindag DIY Theresia Sumartini yang akrab disapa Titin mengungkapkan, buyers dari berbagai negara sekarang tengah melirik Indonesia. Salah satunya bisa dipenuhi DIY untuk mengekspor biji vanila. Bahan baku biji vanila ini selain ada di DIY seperti di Kulonprogo, Gunungkidul dan Bantul juga tetap mengambil dari luar DIY seperti dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Menariknya, ada salah satu komoditi atau mata dagangan ekspor dari DIY yang 2017 tidak terlihat atau di bawah 20 besar, tetapi 2018 mulai naik dan bahkan menjadi nomor 4 komoditi ekspor DIY yaitu biji vanila. Volumenya kecil tetapi nilainya luar biasa sehingga ikut meningkatkan nilai ekspor DIY," ujarnya.

Titin mengaku bahan baku biji vanila ini tengah dikembangkan di DIY terutama dari kualitas agar bisa memenuhi permintaan importir dan tidak perlu mendatangkan dari luar DIY. Bahan baku tersebut diproses pengeringannya di DIY kemudian diekspor. Biji vanila dari DIY ini banyak diminati negara AS dan Eropa.

"Kami akan terus meningkatkan dan menggenjot dari sisi nilai maupun volume komoditas ekspor andalan DIY seperti garmen, mebel dan minyak atsiri pada 2019 ini," pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI