Nilai-nilai Kebangsaan Perlu Dikenalkan Sejak Dini

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam konsensus dasar nasional yaitu falsafah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika serta prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu dikenalkan sejak dini kepada para generasi muda Indonesia. Hal ini penting karena merekalah yang akan memimpin Indonesia di masa depan.

Demikian dikatakan Anggota DPR/MPR RI (Fraksi PDI Perjuangan/Dapil DIY) Drs HM Idham Samawi saat menyampaikan Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Joglo Den Nany Resto, Jalan Tamansiswa Yogyakarta, Sabtu (04/12/2021). Peserta sosialisasi adalah para relawan Forum Komunikasi Kelurahan Tangguh Bencana (Forkom Katana) se-Kota Yogyakarta, Forum Kampung Tanggap Bencana (FKTB) se-Kota Yogyakarta dan relawan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.

Hadir dalam acara dalam acara tersebut, Ketua Forkom Katana Kota Yogyakarta Ernanto Raharjo dan Anggota DPRD Kota Yogyakarta (Fraksi PDI Perjuangan) Ipung Purwandari. Acara sosialisasi digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Idham, selain perlu memiliki wawasan kebangsaan yang baik, para generasi muda perlu juga memiliki wawasan nusantara yang meliputi aspek kewilayahan nusantara, sosial budaya dan sejarahnya. Dengan begitu akan muncul rasa cinta Tanah Air (nasionalisme) yang besar pada diri para generasi muda Indonesia.

“Ketika anak-anak muda ini besok tampil sebagai pemimpin, mereka tidak akan menggadaikan bangsanya kepada asing, dan akan selalu berpihak kepada rakyat, lantaran ada kecintaan yang besar terhadap Tanah Airnya,” kata Idham.

Maka tak heran, jika disetiap dada kiri para pemimpin negara, mulai Presiden, Menteri, Anggota DPR RI, kepala daerah, tersemat Lambang Negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Hal itu dimaksudkan agar semua kebijakan yang dihasilkan para pemimpin negera tersebut senantiasa diliputi oleh nilai-nilai Pancasila.

“Kita bisa lihat keberanian Presiden Joko Widodo yang memutus kontrak karya perusahaan asing untuk kemudian dinasionalisasi demi kepentingan rakyat Indonesia, meskipun ada desakan dari asing,” ujarnya.

Dalam acara sosialisasi tersebut, Idham Samawi kembali mengingatkan kepada para peserta bahwa Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang paling cocok/pas dengan Bangsa Indonesia. Terbukti selama 76 tahun sejak kemerdekaan, bangsa Indonesia yang memiliki beragam suku dan budaya tetap bersatu.

“Ideologi Pancasila digali oleh Ir Soekarno dari Bumi Pertiwi Indonesia, sehingga bisa diterima oleh semua suku, budaya dan agama yang ada di Indonesia,” katanya.

Idham pun mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk berani membela Pancasila, dan mencegah rong-rongan ideologi asing yang mengancam keutuhan NKRI. “Saya ajak semua hadirin untuk berani pasang badan menjadi pembela Pancasila,” pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI