Nilai Rapor Dominan Tentukan Penerimaan Siswa Baru, Fortuna Tuntut Standarisasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Para orangtua siswa SMP kelas IX yang tergabung dalam Forum Orangtua Pencari Keadilan (Fortuna) mendatangi DPRD DIY untuk menyampaikan aspirasi, Rabu (20/5/2020). Mereka meminta dewan untuk mempertimbangkan perubahan aturan petunjuk teknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK DIY 2020.

Kuncoro Hartowidodo, tim perumus linierisasi Fortuna yang juga dosen UGM mengungkap petunjuk teknis yang menggunakan nilai rapor murni dengan bobot besar mencapai 80 persen tidak objektif. Hal ini berpotensi merugikan atau menguntungkan beberapa pihak yang tentu jauh dari rasa keadilan.

“Kami sudah apresiasi apa yang dibuat dan dikembangkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY dengan rumusan 80 rapor, 10 persen akreditasi dan 10 persen nilai UN. Namun kita ingin sempurnakan, karena siswa kelas 9 yang akan ke SMA ini akan mendapatkan penilaian tak sesuai porsinya kalau dominan rapor. Berbeda dengan kalau menggunakan UN karena standarnya sudah sama,” ungkapnya usai pertemuan dengan dewan.

Fortuna menurut Kuncoro mendorong adanya linierisasi nilai rapor agar ada standarisasi sama dengan nilai UN. Linierisasi dibuat dengan mengalikan nilai rapor 4 mata pelajaran dengan indeks linierisasi.

BERITA REKOMENDASI