Nitilaku, Mengingatkan Pepatah Kacang Ora Lali Kulite

YOGYA, KRJOGJA.com – “Nitilaku mengingatkan kita akan pepatah kacang ora lali kulite,” sebut Ganjar Pranowo. Hal itu disampaikan Ketua PP Kagama ini dalam pidatonya ketika melepaskan para peserta Nitilaku 2018 pada Minggu (16/12/2018) di Halaman Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sekitar 2.500 orang berkumpul di Alun-Alun Utara Yogyakarta untuk mengikuti pawai kebangsaan Nitilaku 2018  yang juga menjadi salah satu rangkaian acara Dies Natalis UGM ke-69 itu. Para peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, yakni sivitas akademika UGM, alumni UGM, serta masyarakat Yogyakarta, juga dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengenakan berbagai macam pakaian adat dengan gaya busananya masing-masing.

Ganjar menambahkan dengan adanya Nitilaku ini mengingatkan bahwa Keraton adalah saksi mahasiswa pertama UGM memulai perkuliahannya. Keraton pula menjadi saksi semangat serta komitmen yang digagas UGM ketika pertama kali berdiri 69 tahun yang lalu.

“Dengan menyusuri jejak perjalanan melewati kampung-kampung dalam kegiatan Nitilaku hari ini, kita dapat merefleksikan kembali semangat intelektual dan pengabdian masyarakat yang dibawa UGM selama ini,” ujarnya.

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., menambahkan bahwa melalui momen ini pula mengingatkan UGM perlu untuk selalu mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Keraton karena telah diberi kesempatan untuk tumbuh. Oleh karena itu, melalui kegiatan pagi ini, UGM menggalang kerja sama antar berbagai pihak untuk bersatu memajukan pendidikan dan kejayaan Indonesia.

Sementara itu, Sri Sultan HB X berharap dengan adanya Nitilaku ini UGM tidak berubah dengan komitmen serta semangat pengabdian yang diusungnya ketika berdiri. “Semoga UGM akan terus untuk betul-betul mengabdi kepada negeri, tidak memedulikan ras serta suku mana yang membutuhkan,” harapnya memungkasi pidato sekaligus menandai dimulainya perjalanan pawai kebangsaan.

Para peserta kemudian memulai pawai kebangsaan dengan tujuan akhir di Lapangan GSP UGM. Sesampainya di UGM, mereka disambut dengan jejeran berbagai stan kuliner nusantara yang disajikan oleh berbagai fakultas di UGM. Selain makanan, mereka juga dihibur dengan penampilan dari berbagai kelompok seniman,  baik dari UGM maupun luar UGM.

Nitilaku 2018 ditutup dengan penyerahan pataka UGM dan fakultas-fakultasnya yang dibawa dari Keraton kepada perwakilan UGM yang diwakili oleh Rektor serta seluruh Dekan di UGM. Dengan penerimaan pataka tadi oleh perwakilan UGM, hal itu sekaligus menandai berakhirnya rangkainan Nitilaku 2018. (Humas UGM/*)

BERITA REKOMENDASI