Nonton Gratis di Bioskop Sonobudoyo dengan Sesuai Protokol Kesehatan

YOGYA, KRJogja.com. Setelah PPKM di Yogyakarta turun level di angka dua, Bioskop Sonobudoyo yang terletak di Jl. Pangurakan No. 4 Yogyakarta kembali dibuka sejak 26 bulan Oktober lalu. Pengunjung yang ingin masuk harus mengakses PeduliLindungi atau minimal sudah vaksin dosis satu. Selain itu, dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan scanner yang sudah disiapkan khusus dari pihak Museum Sonobudoyo.

Petugas Pelaksana Pemutaran, Adhika Nandiwardhana menjelaskan, bahwa untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Tempat duduk yang semulanya berkapasitas untuk 40 orang kini menjadi 18. Selain itu, setiap kali pemutaran film selesai, sarung yang digunakan untuk kursi penonton harus segera diganti, serta tersedia sandal khusus yang digunakan untuk masuk ke studio.
“Kursi harus diganti sarung, pakai ganti, pakai ganti, sebisa mungkin bersih steril dan setiap kali pemutaran, sandal harus diganti, harapannya bisa meminimalisir angka penularan Covid-19,” jelas Adhika, (28/11/2021).

Adhika juga mengungkapkan bahwa, bentuk antisipasi lain yang dilakukan yakni semua petugas pelaksana di Bioskop Sonobudoyo telah di vaksin dan diharapkan masyarakat yang memang sedang sakit untuk tidak berkunjung dahulu.
“Orang sakit kan nggak ada yang mau dan nggak ada yang tau ya. Tapi jika sehat ya silakan sekali,” ungkapnya.

Pengunjung yang sudah cek suhu dan scan PeduliLindungi, nantinya akan diarahkan untuk mengakses barcode yang terhubung langsung dengan link daftar kunjungan. Bioskop buka setiap hari Selasa-Minggu. Untuk jadwal pemutaran film, dilakukan selama lima kali dalam sehari, tersedia pukul pukul 16.00 WIB, pukul 17.00 WIB, pukul 19.00 WIB, dan pukul 20.00 WIB dan bisa ditonton secara gratis oleh masyarakat umum.

Adapun film yang tayang adalah film pendek, dengan rata-rata durasi waktu kurang dari 30 menit. Selain itu, ada juga film dokumenter yang didanai oleh Dana Keistimewaan. Biokop Sonobudoyo juga membagi penayangan film menjadi dua kriteria, petugas pelaksana biasa menyebutnya dengan dua menu. Menu pertama akan diputar di minggu pertama, untuk menu kedua akan diputar di minggu kedua. Khusus setiap hari Rabu, dijadwalkan untuk pemutaran film arsip
“Sederhananya, minggu satu dan tiga menunya sama, begitu pula minggu kedua dengan empat,” jelas Adhika.

Sedangkan di bulan November ini, judul film yang akan diputar ada Amarta, Bali (film arsip), Cipto Rupo, Di Kaliurang, Di Bawah Langit yang Sama, Dluwang, Garebeg (film arsip), Ibu untuk Bumi, dan Incang-Inceng.

Adhika, pria asal Yogyakarta tersebut juga menyampaikan harapannya bahwa, masyarakat Yogyakarta yang belum tahu adanya Bioskop Sonobudoyo menjadi tahu kalau ada bioskop gratis yang memutarkan film dari masyarakat Jogja, untuk masyarakat Jogja yang lebih luas.

Salah satu wisatawan, Aris Wibowo bersama keluarganya menyempatkan diri untuk berkunjung dan menonton di Bioskop Sonobudoyo. Ia merasa senang dengan film yang ditayangkan.
“Filmnya bagus, gratis lagi , petugasnya juga ramah. Tadi nonton dua kali, dari film dokumenter yang ‘Di Kaliurang’ karena ada anak-anak, akhirnya disarankan nonton yang Incang-Inceng yang sesuai untuk anak-anak,” ungkapnya.

Lutfiana Rizqi Sabtiningrum
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam
UIN Sunan Kalijaga

BERITA REKOMENDASI