Obat Tradisional Berbahan Kimia Bisa Timbulkan Kompilkasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Digrebegnya gudang obat tradisional tanpa izin edar di wilayah Yogyakarta, Kamis (22/09/2016) lalu menuntut masyarakat untuk waspada. Sebab jamu yang dipromokan aman ternyata belum tentu tak memiliki efek samping. Jika konsumen tak hati-hati maka bukannya kesembuhan yang diperoleh namun malah kerusakan banyak organ, penyakit komplikasi bahkan bisa sampai kematian.

"Obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat (OT BKO) sebagian besar idak terdaftar (ilegal), sebagian menipu dengan mencantumkan nomer registrasi palsu, sebagian lagi memakai izin PIRT yang sebenarnya adalah izin Pangan Industri Rumah Tangga yang izinnya mudah diperoleh melalui Dinas Kesehatan Kota atau Kabupaten," papar Direktur Utama PT Apotek K-24 Indonesia dr Gideon Hartono kepada KRjogja.com, Sabtu (24/09/2016).

Selaku pengusaha waralaba apotek nasional, Gideon menyebutkan penjualan OT BKO ilegal merupakan praktek usaha curang dan jahat karena demi mendapatkan keuntungan produsen rela mengorbankan masyarakat dengan mengelabui seolah-olah yang dijual adalah jamu yang diracik dari bahan alami, namun sebenarnya dicampuri dengan obat-obat kimia.

"Biasanya menjanjikan efek yang cespleng (cepat), OT biasanya bekerja secara bertahap (lebih lambat). Penghilang pegal linu atau rematik sering ditambahi parasetamol," paparnya.

Kemudian penambah stamina lelaki/obat kuat, lanjutnya sering dicampur sildenafil atau tadalafil. Pemakaian yang salah bisa menyebabkan pingsan atau kematian. (*-2)

BERITA REKOMENDASI