Obwis Masih Tututp, Asita DIY Imbau Keras Patuhi Kebijakan PPKM

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Pelaku bisnis biro perjalanan wisata atau travel agent di DIY yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) menegaskan belum beroperasional selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga saat ini. Asita DIY menegaskan pihaknya justru menghimbau keras agar biro perjalanan wisata luar daerah agar menunda kunjungan nya ke DIY dan tetap menaati protokol kesehatan karena destinasi wisata di DIY masih belum diizinkan beroperasional selama PPKM.

Koordinator Bidang ASEAN DPP Asita Edwin Ismedi Himna mengatakan banyaknya bus-bus wisata yang mulai masuk ke DIY khususnya selama akhir pekan dimungkinan biro perjalanan wisata dari luar DIY. Sebab banyak travel agent dari luar daerah yang menjual paket wisata open trip ke DIY dengan harga sangat murah saat ini.

“Biro perjalanan wisata yang sudah masuk mungkin dari luar DIY, mereka menjual paket wisata open trip dengan murah sehingga banyak peminatnya. Kami sudah informasikan kepada biro perjalanan wisata luar daerah jika destinasi wisata di DIY masih tutup. Jadi kami hanya bisa memberikan himbauan dengan keras agar teman-teman bisa tetap menaati kebijakan PPKM dan protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19 di DIY,” tutur Edwin kepada KR di Yogyakarta, Selasa (7/9).

Mantan Ketua Asita DIY ini menyatakan sebagai tuan rumah, pihaknya pun memberikan contoh kepada biro perjalanan wisata dari luar DIY dengan tetap mematuhi kebijakan PPKM maupun tetap menjalankan protokol kesehatan. Baru saja kita melakukan sertifikasi Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) untuk transportasi wisata sembari menunggu pariwisata di DIY dibuka kembali

“Belum ada anggota kita yang nekat melanggar aturan dalam kebijakan pembatasan tersebut sejak awal sampai sekarang. Sebab sebanyak 60 persen anggota Asita DIY melayani inbound, domestik dan corporate gathering. Belum lagi wisatawan domestik atau wisatawan nusantara (wisnus) yang masuk ke DIY masih didominasi keluarga yang membawa kendaraan sendiri sejak awal pandemi sampai sekarang,” ungkap Edwin.

Pemilik Trend Tour and Travel tersebut menyampaikan para anggota Asita DIY masih banyak mempersiapkan diri sembari menunggu reaktivasi pariwisata di DIY mulai dari membuat kemasan paket wisata yang sehat, aman dan nyaman. Asita DIY juga berharap pemerintah tetap mempromosikan destinasi wisata yang telah mengantongi sertifikat CHSE dan ketat menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

“Kita mau membuat konsorsium dengan daerah lain yang destinasi wisatanya sudah diizinkan beroperasi saat ini. Biar teman-teman travel agent yang mengemas sesuai target market mereka masing-masing jadi semua dikembalikan kepada masing-masing mau atau tidak menangkap peluang dengan kondisi seperti ini,” papar Edwin. (Ira)

BERITA REKOMENDASI