Ogoh-Ogoh Membuat Malioboro ‘Jadi Bali’

YOGYA, KRJOGJA.com – Malioboro mendadak menjadi seperti Pulau Dewata Bali. Riuh wisatawan yang sedang bertamasya nenjadi heboh oleh belasan ogoh-ogoh yang dikirab di sepanjang jantung kota Yogya ini, Sabtu (2/3), pada pawai budaya rangkaian menyambut perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1941 yang akan bertepatan dengan 7 Maret 2019.

”Pawai ini merupakan yang kelima kalinya. Sebelumnya, di lokasi yang sama acara serupa juga digelar sebagai tontonan bagi masyarakat,” kata Ketua Umum Pantia Hari Raya Nyepi Umat Hindu Yogyakarta, I Made Astra Tanaya.

Selain diikuti peserta dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di DIY, pawai kemarin juga melibatkan komunitas lintas budaya dan lintas agama. Mereka menyajikan suguhan seni dan budaya khas Pulau Dewata dengan beragam warna kostum. Sedikitnya 25 rombongan juga turut memeriahkan parade seni tahunan ini.

Start dari Kantor DPRD DIY, belasan ogoh-ogoh dipanggul oleh mayoritas anak muda sambil menari di sepanjang rute pawai. Gamelan khas Bali, turut pula mengiringi perjalanan hingga lokasi finish di Titik Nol Kilometer.

Menurut Made Astra Tanaya, pawai budaya ini menjadi sajian untuk menghibur masyarakat. ”Saat ini tensi tinggi mulai terasa karena Pemilu dan Pilpres makin dekat. Karena itu gelaran budaya ini diharapkan bisa memberi
kesejukan,” kata Made Astra. ”Kalau politik bisa menaikkan tensi, budaya yang kami pilih untuk mendinginkan suasana. Melalui ogoh-ogoh, mari bentuk harmoni dan hadirkan damai,” tegasya. (Sal)

BERITA REKOMENDASI