OJK akan Fasilitasi Pembiayaan Pariwisata

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Industri Jasa Keuangan akan memfasilitasi kebutuhan pembiayaan di industri pariwisata seperti pembangunan infrastruktur daerah wisata dan penyediaan pembiayaan UMKM sektor pariwisata. Kedua belah pihak siap mendorong kemajuan industri pariwisata dengan berbagai skema pembiayaan baik dari perbankan, pasar modal dan nonbank, semisal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pariwisata.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pengembangan daerah wisata membutuhkan sumber pembiayaan yang cukup besar, sehingga butuh dukungan pembiayaan dari Industri Jasa Keuangan. ”OJK akan meningkatkan peran investasi dari lembaga dana pensiun dan asuransi ke instrumen pasar modal, penerbitan asuransi perjalanan wisata, pembiayaan untuk UMKM melalui KUR Pariwisata dan Platform Fintech peer to peer lending dan equity crowdfunding,” ujarnya.

OJK sudah mengeluarkan dua ketentuan terkait kebijakan mendorong industri pariwisata. ”Dua POJK tersebut merupakan bagian dari Paket Kebijakan Agustus 2018 OJK bersama dua POJK dan satu Surat Edaran OJK yang bertujuan mendorong pertumbuhan kredit sektor prioritas yaitu sektor perumahan dan sektor pariwisata serta meningkatkan devisa melalui penyediaan dana berorientasi ekspor,” jelas Wimboh.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui, sebentar lagi akan keluar Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) mengenai KUR Pariwisata yang diskemakan dengan subsidi suku bunga. OJK juga akan mengeluarkan kebijakan khusus KUR Pariwisata tersebut untuk mendorong pelaku usaha. ”Selain pembiayaan infrastruktur di pariwisata khususnya kawasan ekonomi khusus akan diupayakn melalui pembiayaan melalui bank maupun reksadana,” tambahnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI