OJK DIY Dorong Realisasi Penyaluran KUR 2021

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY terus mendorong 11 perbankan baik Bank Umum maupun Bank Syariah di DIY yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2021 ini. Optimalisasi penyaluran KUR tersebut guna membangkitkan dan memberikan stimulus kepada sektor usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY di tengah pandemi Covid-19.

Kepala OJK DIY Jimmy Parjiman mengatakan pemerintah meningkatkan alokasi anggaran KUR tahun ini, maka perbankan yang ditunjuk sebagai penyalur KUR diminta seoptimal mungkin meningkatkan penyalurannya. Untuk penyaluran KUR di DIY dilakukan oleh 11 perbankan yang salah satunya merupakan Bank Syariah dan termasuk Bank BPD DIY.

“Kami terus berupaya bekerjasama dengan bank penyalur KUR agar realisasi penyalurannya terus meningkat. Kerjasama tersebut diantaranya dengan memasukkan rencana penyaluran KUR ini dalam Rencana Bisnis Bank sehingga bisa kita pantau perkembangannya,” kata Jimmy kepada KR di Yogyakarta, Rabu (13/01/2021).

Jimmy menuturkan pihaknya jua meminta perbankan penyalur KUR di DIY membuat digitalisasi pengajuan KUR serta  memanfaatkan subsidi bunga yang diberikan pemerintah. Hal tersebut guna lebih mempermudah debitur mengakses/memperoleh KUR sehingga meringankan beban debitur dalam membayar kepada Bank.

“Bahkan jika subsidi pemerintah ini digunakan dengan baik, maka bunga KUR bisa menjadi 0 persen nantinya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jimmy menyampaikan realisasi KUR di DIY telah disalurkan kepada 266 debitur dengan baki debet sebesar Rp5,41 triliun termasuk Kredit Ultra Mikro sebanyak 47.810 debitur dengan baki debet sebesar Rp 92 miliar yang disalurkan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hingga akhir November 2020. Jumlah penyaluran KUR di DIY tersebut meningkat sebesar 10,04 persen dibanding bulan sebelumnya dengan outstanding Rp4,99 triliun.

“Jadi kinerja penyaluran KUR di DIY mengalami pertumbuhan baik dari jumlah debitur maupun baki debetnya hingga November 2020 lalu,” tegasnya.

Sementara itu, Jimmy mengungkapkan kondisi likuiditas di DIY masih sangat bagus dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,80 persen year on year (yoy) atau meningkat menjadi Rp 76,36 triliun per November 2020. Dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 60,98 persen dan rasio  Alat Likuid per Non-Core Deposit (AL/NCD) jauh di atas threshold 50 persen yaitu sebesar 117,69 persen dan rasio AL/DPK sebesar 30 persen atau threshold 10 persen pada November 2020. (Ira)

BERITA REKOMENDASI