OJK DIY Identifikasi dan Analisa Korban Pinjol Ilegal

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah berupaya melakukan identifikasi dan analisa lebih lanjut terkait sasaran atau korban yang dibidik pinjaman online (pinjol). Hasil dari analisa tersebut akan membantu sosialisasi dan edukasi literasi keuangan yang lebih masif dan tepat sasaran sehingga diharapkan masyarakat mengetahui pinjol legal dan pinjol ilegal. Edukasi literasi keuangan ini tengah digencarkan seiring maraknya bermunculan pinjol ilegal yang menimbulkan banyak korban.

“Kami akan melakukan analisa terhadap perubahan-perubahan ini kedepannya, maksudnya dibagian atau sektor mana yang menimbulkan korban pinjol ilegal. Kami sudah mencoba melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama sosialisasi daring dan terbatas karena situasi pandemi Covid-19,” kata Kepala OJK DIY Parjiman di Yogyakarta, Rabu (03/11/2021).

Parjiman mengakui tingkat literasi masyarakat terutama terkait pinjol masih rendah, sehingga pihaknya berupaya meningkatkan literasi lebih massif dengan pendekatan khusus. Literasi dengan pendekatan khusus telah dilakukan OJK DIY sebelumnya, antara lain diberikan bersamaan dengan program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di beberapa daerah. Salah satunya di DIY, pihaknya ikut menitipkan sosialisasi terkait pinjol sambil masyarakat menunggu antrian vaksinasi.

“Saya kira sosialisasi pinjol yang dirangkaikan dalam program vaksinasi ini cukup efektif karena disampaikan dengan media dagelan. Melalui pendekatan khusus budaya seperti itulah, kami mencoba melakukan literasi keuangan kepada masyarakat DIY dengan menggelar pagelaran wayang kulit climen bekerjasama dengan Perbarindo belum lama ini,” tuturnya.

OJK DIY menyatakan dengan pendekatan khusus inilah yang kini tengah gencar melakukan literasi kepada semua lapisan masyarakat bekerjasama dengan berbagai pihak terkait. OJK juga berkomitmen terus berupaya melakukan literasi di semua lapisan masyarakat, sebab literasi lebih banyak menyasar mahasiswa dan pengusaha sebelumnya.

Selanjutnya melalui Satgas Waspada Investasi (SWI), OJK terus melakukan penertiban terhadap pinjol ilegal, bahkan telah melakukan moratorium tidak akan menerbitkan izin pinjol baru untuk sementara waktu.

“OJK sebenarnya diberikan tugas mengawasi pinjol legal yang terdaftar dan berizin, namun lebih banyak pinjol yang ilegal. Hal ini seiring kemudahan teknologi membuat platform pinjol sehingga meskipun sudah banyak pinjol ilegal yang ditutup tetap akan muncul lebih banyak lagi.SWI intens melakukan patroli siber secara terus menerus, tetapi keberadaan dari pinjol ilegal selalu muncul. Ini memang menjadi perhatian dan tantangan kita bersama,” tandasnya.

Senada, Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Andi Adityaning Palupi menegaskan pihaknya mendukung upaya memerangi pinjol ilegal yang semakin meresahkan sepak terjangnya tersebut. Seluruh instansi, baik OJK maupun BI, Kementerian/Lembaga (K/L) terkait telah berkomitmen berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

“Inklusi keuangan sudah cukup tinggi sekarang, tetapi literasinya yang masih perlu ditingkatkan. Artinya pemahaman masyarakat terhadap produk-produk pembiayaan dan perbankan itu masih perlu ditingkatkan, termasuk konsekuensinya. Jangan dianggap pinjaman itu sebagai tambahan penghasilan, tetapi hutang yang akan memberikan tanggung jawab beban pembayarannya,” pungkas Andi. (Ira)

BERITA REKOMENDASI