Okupansi Hotel di DIY Merangkak Naik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perhotelan baik bintang maupun non bintang dan restoran di DIY sudah tampak mengalami geliat pertumbuhan tingkat hunian sejak akhir Agustus hingga awal September 2020 ini. Okupansi hotel bintang di DIY rata-rata mencapai 30 hingga 40 persen, sedangkan okupansi hotel non bintang masih rendah 10 hingga 20 persen akibat dampak pandemi Covid-19.

“Okupansi rata-rata hotel bintang di angka 30 sampai 40 persen dan hotel non bintang rata-rata di kisaran 10 hingga 20 persen. Secara umum, tingkat hunian hotel di DIY rata-rata masih rendah karena harga kamar masih belum terdongkrak naik akibat dampak pandemi Covid-19,” jelas Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono.

Deddy menyampaikan sudah ada 145 hotel dan restoran dari total 362 anggota PHRI DIY yang sudah buka atau beroperasional saat ini. Hotel dan restoran anggota PHRI DIY juga harus melalui tahap verifikasi dari Dinas Pariwisata (Dispar), Satgas Penanganan Covid-19 maupun dari BPC PHRI DIY maupun yang ada di kabupaten/kota se-DIY sebelumnya.

“Hotel dan restoran di DIY yang sudah lolos verifikasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ini akan diberikan stiker penanda. Bahkan Pemkot Yogyakarta melalui Dispar sudah diberikan surat keterangan telah menerapkan protokol kesehatan dan sticker dari PHRI. Sedangkan di Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul sudah selesai verifikasi tapi belum diserahkan surat keterangan dari Dinspar masing-masing,” jelasnya.

General Manager Hotel Ruba Grha Yogyakarta ini mengaku perhotelan maupun restoran di DIY nasibnya sudah tidak bisa bertahan lama lagi, sehingga harus segera beroperasional dengan banting harga dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Daya beli masyarakat berkurang khususnya kelas menengah ke bawah sehingga hotel bintang kini harga atau tarifnya hampir sama dengan hotel non bintang.

“Kita tidak masalah banting harga di masa pandemi Covid-19 ini guna menarik wisatawan masuk dan meyakinkan DIY itu aman. Kita pun butuh ketegasan dari anggota PHRI DIY menerapkan protokol kesehatan tersebut, dalam arti menolak tamu yang tidak memenuhi syarat protokol kesehatan,” pungkas Deddy. (Ira)

BERITA REKOMENDASI