Okupansi Perhotelan di DIY Anjlok

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Okupansi rata-rata perhotelan DIY tinggal 40 hingga 50 persen usai liburan Tahun Baru 2020 yang sempat tembus di angka 95 persen. Penurunan tingkat hunian perhotelan di DIY ini disebabkan banyaknya bencana yang terjadi di tanah air dan mahalnya harga tiket pesawat, sehingga tamu banyak yang menunda hingga membatalkan reservasi atau pesanan kamarnya.

"Kita mengalami penurunan okupansi saat ini yang rata-rata tinggal 40 sampai 50 persen. Hal ini disebabkan banyaknya bencana di Indonesia yang menyebabkan reservasi ditunda atau bahkan cancel dan masih mahalnya harga tiket pesawat," ujar Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono di Yogyakarta.

Baca juga :

BPBD DIY Imbau Warga Waspada Siklon Cempaka
Tinggi, Intensitas Hujan di DIY

Deddy mengatakan, dari data reservasi anggota PHRI DIY yang berhasil dihimpunnya, rata-rata tingkat hunian perhotelan di DIY selama pergantian tahun puncaknya mencapai 95 persen. Kemudian turun di kisaran 80 persen setelah tahun baru dan berlanjut terjun bebas rata-rata 40 hingga 50 persen perMinggu (05/01/2019) ini.

"Melihat kondisi tersebut, kita hanya bisa berupaya untuk mencari pasar Nusantara yang tidak terdampak bencana serta memberikan harga promo. Kami juga berharap cuaca ekstrem di Indonesia tidak berlangsung lama dan harga tiket pesawat bisa turun," tandasnya.

General Manager Hotel Ruba Grha Yogyakarta ini mengungkapkan okupansi perhotelan cenderung mengalami tekanan usai liburan tahun baru atau dikenal masa sepi tamu. Kondisi ini rutin terjadi mulai Januari hingga Februari, baru tampak peningkatan pada Maret dan bulan-bulan berikutnya.

"Kami sarankan teman-teman tetap menawarkan promo yang menarik dan membidik pasar tamu Nusantara yang tidak terdampak bencana. Kami juga minta maskapai agar bisa menyesuaikan harga tiket pesawat supaya terjangkau," imbuh Deddy.

Sementara Kepala BPS DIY Heru Margono menuturkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di DIY pada November 2019 sebesar 63,93 persen. Capaian tersebut mengalami kenaikan 4,01 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya yang tercatat 59,92 persen. TPK hotel nonbintang sebesar 30,00 persen, mengalami kenaikan 1,24 poin dibandingkan TPK Bulan Oktober 2019.

"Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada mencapai angka 1,60 hari dan hotel nonbintang mencapai 1,27 hari selama November 2019, " pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI