Okupansi Perhotelan DIY ‘Ambyar’ Selama Libur Lebaran

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Tingkat hunian perhotelan baik hotel bintang maupun hotel non bintang di DIY dalam kondisi memprihatinkan dan tiarap selama libur Lebaran 2021. Rendahnya okupansi perhotelan di DIY ini disebabkan adanya kebijakan larangan mudik dan penyekatan yang acapkali berubah-ubah dan mendadak sehingga sangat mempengaruhi sektor akomodasi.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyampaikan okupansi perhotelan di DIY pada momentum libur Idul Fitri 2021 ini lebih parah dibandingkan momentum yang sama pada 2020 lalu. Okupansi perhotelan di DIY bisa mencapai di kisaran 25,8 persen hingga 30 persen pada 2020, sedangkan tingkat hunian perhotelan di DIY lebih parah dan terjun bebas pada tahun ini.

“Okupansi perhotelan di DIY tiarap dan ambyar pada lebaran tahun ini, rata-rata hanya 2,2 persen saja. Jauh dengan capaian tingkat hunian hotel tahun lalu yang mencapai 25,8 persen di masa awal pandemi Covid-19. Bagi kita kondisi ini sangat berat dan menyakitkan pelaku pariwisata terutama perhotelan dan restoran. Padahal kita sudah berikhtiar dan bersabar dengan kebijakan-kebijakan yang belum pro industri pariwisata tersebut,” paparnya kepada KR di Yogyakarta, Minggu (16/5).
Deddy menegaskan terpuruknya okupansi sektor akomodasi di DIY ini dipicu dengan adanya pemberlakukan penyekatan dan kebijakan larangan mudik lebaran 2021 ini yang terkesan mendadak.  Sebelumnya, pihaknya sudah sangat berharap terjadi pergerakan tingkat hunian hotel di DIY pada momentum liburan tahun ini, ternyata tidak sama sekali meskipun telah digulirkan program staycation bagi ASN di DIY agar menginap di seluruh akomodasi yang ada.

“Program Staycation memang sedikit membantu mendongkrak okupansi di hotel bintang 3 sampai dengan bintang 5. Namun belum signifikan kontribusinya karena rata-rata hanya 2,5 persen dari 0,9 persen saat ini. Tetapi kami sangat berterima kasih dan yang cukup membanggakan ASN DIY turut andil dalam mendongkrak okupansi perhotelan,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI