Operasi Keselamatan Kedepankan Preemtif dan Preventif

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jajaran Polda DIY, terhitung sejak Senin (12/04/2021) hingga dua minggu ke depan menggelar Operasi Keselamatan Progo 2021 dengan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Operasi dimaksudkan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengendara kendaraan bermotor (roda dua dan roda empat) dan pengguna jalan lainnya, selama bulan Ramadan hingga Lebaran. Operasi Keselamatan Progo 2021 juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap larangan mudik Lebaran yang sudah disampaikan pemerintah pusat.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda DIY AKBP Edy Bagus Sumantri SIK, Selasa (13/04/2021) menjelaskan prioritas penindakan yang akan dilakukan petugas saat dilangsungkan operasi, antara lain kendaraan bermotor yang sengaja melawan arus, sepeda motor yang menggunakan knalpot blombongan, pelanggaran over dimensi, penggunaan sabuk pengaman, dan penggunaan helm. “Petugas juga melakukan sosialisasi mengenai protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dan larangan mudik Lebaran,” ujar Edy Bagus.

Edy Bagus menyampaikan operasi kali ini bertajuk ‘Melalui Operasi Keselamatan Progo 2021 Kita Wujudkan Kamseltibcarlantas yang Mantap dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Dengan Meningkatkan Disiplin Prokes Serta Tidak Melaksanakan Mudik Lebaran 2021’. Adapun Dasar pelaksanaan operasi, antara lain UU No 2/2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas Jalan, Perkab No 1/2019 tentang Sistem Manajeman Operasional, Keputusan Kakorlantas Polri No Kep/130/VI/2020 tentang Rencana Kerja, Surat Telegram Kapolri No STR/175/III/Ops 1.3/2021, dan Rencana Kerja Ditlantas Polda DIT 2021.

Mengenai komposisi tataran tindakan operasi, preemtif (50 persen) dan preventif (50 persen) antara lain tanggal 13 April 2021, aksi simpatik di jalan, lokasi stretegis KTL, physical distancing, materi cegah Covid-19, keramaian massa (preemtif) dan patroli mobile dan stastioner serta public addres.

“Target operasi adaloah ranmor roda 2 dan roda 4 yang tidak layak jalan, kelengkapan kendaraan bermotor roda 2 dan roda 4, dan penggunaan knalpot blombongan,” katanya.

Edy Bagus menyampaikan petugas akan fokus pada sasaran operasi adalah masyarakat yang tidak mematuhi prokes, larangan mudik Lebaran, segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyara yang dapat mengganggu kamseltibcarlantas serta penyebaran Covid-19. Selama berlangsung Operasi Keselamatan Progo 2021, Polda DIY/Ditlantas menurunkan 200 personel, Polresta Yogya 185 personel, Polres Sleman 180 personel, Polres Bantul 150 personel, Polres Kulonprogo 140 personel, dan Polres Gunungkidul 140 personel. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI