Operasi Masker Kawasan Malioboro Terus Digencarkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggencarkan operasi masker terutama di tempat-tempat keramaian, salah satunya kawasan Malioboro. Seluruh pengunjung yang memasuki kawasan ini diwajibkan mengenakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19. Terlebih lagi beberapa waktu lalu ditemukan salah seorang pedagang makanan keliling di Pasar Beringharjo terkonfirmasi positif Covid-19 dan menularkan hingga belasan anggota keluarganya.

Operasi masker di kawasan Malioboro melibatkan tim gabungan baik dari Satgas Covid-19, Sat Pol PP, Kepolisian hingga TNI. Sejauh ini operasi dilakukan rutin setiap hari dan dalam menjalankan tugas ini selalu mengedepankan sikap persuasif.

Kasubag Humas Polresta Yogyakarta, AKP Sartono mengatakan Malioboro memang ditetapkam sebagai kawasan wajib mengenakan masker. Petugas gabungan berkewajiban untuk memastikan pengunjung Malioboro benar-benar mematuhi penerapan aturan untuk mengenakan masker tersebut.

“Penekanannya sebenarnya tidak hanya mengenakan masker saja, tapi lebih luas lagi untuk mematuhi protokol kesehatan. Tak hanya sebatas menegakkan aturan, namun mengajak masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk mencegah penularan Covid-19,” jelas Sartono, Sabtu (21/11/2020).

Ia mengungkapkan, dalam beberapa minggu terakhir Malioboro memang mulai dipadati pengunjung terutama saat liburan maupun akhir pekan. Kebijakan semi pedestrian di kawasan ini juga membuat pengunjung pejalan kaki meningkat dari biasanya.

“Aktivitas masyarakat tetap harus berjalan, namun aturan kesehatan tidak boleh diabaikan. Jangan sampai keramaian yang terjadi justru menambah masalah baru dalam hal penularan Covid-19,” imbuhnya.

Kepolisian sendiri menurut Sartono juga telah membentuk tim yang diterjunkan untuk mendukung pemerintah daerah dalam menegakkan aturan penegakkan protokol kesehatan. Para personel dikerahkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat guna membiasakan hidup sehat dalam menjalani kehidupan adaptasi baru.

Perihal izin keramaian, Sartono menegaskan jajaran Polresta Yogyakarta hingga detik ini belum mengeluarkan satu pun surat untuk memperbolehkan masyarakat menggelar kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Polresta Yogyakarta tetap mengacu pada peraturan pemerintah yakni untuk melakukan pembatasan kegiatan keramaian di tengah masyarakat. (Van)

BERITA REKOMENDASI