Oppa Oppa, Gejolak Korean Style Berpadu Tradisi dari Yogyakarta

Editor: Ivan Aditya

GRUP vokal Oppa Oppa bakal memberikan warna baru blantika musik di tengah maraknya persaingan ketat grup-grup vokal pendatang baru lainnya di tanah air. Oppa Oppa digawangi dua anak muda berbakat Febian dan Septian ini siap menebar virus musik ala Korean Style yang dipadukan dengan musik-musik tradisi seperti dangdut dan lagu-lagu Jawa.

Oppa Oppa yang baru berdiri pada pertengahan tahun 2020 ini memadukan musik modern dengan tradisi seperti lagu-lagu korea yang dinyanyikan ala dangdut koplo atau bahasa Jawa dengan ciri khas penampilan meniru gaya pakaian dan gaya panggung ala Korea. Grup vokal ini terbentuk berawal dari cover-cover lagu seperti lagu Korea, lagu Jawa dan lagu dangdut di Youtube pada pertengahan tahun ini. Dari segi musikalitas, kedua personel Oppa Oppa sepakat mengusung kolaborasi genre musik tradisi dengan genre musik Korea sebagai identitas.

“Kita berdua basic-nya berbeda, kalau aku aslinya memang penyanyi dan Septian adalah penari. Kita dikenalin awalnya lalu saling tukar pikiran dan ilmu hingga akhirnya berkolaborasi membentuk Oppa Oppa yang mengcover lagu sekaligus ada dance-nya, ” ujar Febian.

Febian mengaku keseriusan Oppa Oppa ini didukung dengan adanya tim Youtube yang mumpuni. Selain sudah wara wiri di Youtube, keduanya justru besar di aplikasi TikTok sebagai content creator hingga saat ini. Oppa Oppa perlahan mengumpulkan amunisi dan baru mengeluarkan single pertamanya berjudul Tanpa Pamit yang dirilis pada 18 Desember 2020 lalu.

“Kami berharap single Tanpa Pamit yang saya ciptakan ini bisa menjadi titik awal Oppa Oppa masuk ke kancah blantika industri musik tanah air. Lagu-lagu yang kita mainkan terdiri dari dua versi yaitu versi dangdut berbahasa Indonesia atau Jawa dan versi akustik dengan bahasa Korea. Khusus yang single versi Korea akan diluncurkan Januari 2021 nantinya,” ungkap pria berusia 25 tahun kelahiran Probolinggo ini.

Septian menyampaikan Oppa Oppa menghadirkan lagu dengan berbagai versi bahasa ini guna mencari pangsa pasar yang tepat. Sebelumnya di TikTok, kedua dikenal berkat cover lagu-lagu dangdut dan tradisional. Meskipun nama grup vokalnya sangat Korea sekali, namun Oppa Oppa justru sangat ingin menonjolkan budaya Yogyakarta. Contohnya dalam video klip singlenya mengambil tempat shooting di beberapa lokasi ikonik di Yogyakarta.

“Kita ingin mengangkat Yogyakarta di setiap konten yang kita keluarkan. Oppa Oppa mendapat dukungan penuh dari pengusaha sekaligus seniman Bapak Hamzah Sulaeman selaku promotor. Kami pun berkesempatan menjadi salah satu penampil di Raminten Cabaret Show,” terang pria berusia 24 tahun asal Purbalingga yang juga berprofesi sebagai guru tari ini.

Oppa Oppa tidak hanya sekedar membawa tampilan yang segar ala Korean Style ke panggung industri musik tanah air, tetapi justru menggebrak dengan lagu-lagu yang segar pula berupa perpaduan lagu-lagu Korea dengan dangdut koplo dan lagu Jawa. Sebagai generasi muda, Oppa Oppa walaupun dengan Korean Style-nya juga justru tetap mengangkat budaya Indonesia.

“Kita ingin menjadi anak muda yang terkenal karena sensasi, tetapi karya kita yang berbicara bahwa ini layak kita angkat. Kami berharap dukungan semua pihak agar terus bisa berkarya supaya Oppa Oppa lebih semangat lagi mengangkat nama Yogyakarta,” pungkas Febian. (Ira)

BERITA REKOMENDASI