Optimalkan Pemanfaatan Produk Lokal, Kadin DIY Butuh Keberpihakan Pemerintah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Para pelaku usaha dan industri di DIY yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengaku belum merasakan manfaat berbagai stimulus maupun insentif yang digulirkan Pemerintah akibat dampak pandemi Covid-19. Terlebih Pemerintah telah mengucurkan dana ratusan triliun rupiah yang dikemas dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Skema dari lembaga jasa keuangan yang ditunjuk memberikan keringanan bunga masih dinilai cukup tinggi dan jangka waktu penundaan pembayaran pinjaman kurang lama. Jadi itu semua belum cukup membantu pelaku usaha dan industri, seharusnya ada skema tawaran pinjaman dengan tenor setidaknya satu tahun tetapi tanpa bunga, baru dikenakan bunga tahun kedua dan seterusnya justru sangat membantu,” ungkap Wakil Ketua Umum Kadin DIY Gonang Djuliastono di Yogyakarta, Jumat (02/10/2020).

Gonang menegaskan kondisi pelaku usaha dan industri di DIY tanpa kecuali sangat terpukul akibat pandemi Covid-19 sehingga mereka harus memulai dari awal lagi. Dengan program yang jangka panjang dan suku bunga ringan tentunya akan sangat membantu pelaku usaha dan industri di DIY untuk bangkit kembali.

“Kita belum banyak pemasukan saat ini, jangankan dapat untung ada yang laku terjual saja sudah bagus. Yang jelas pelaku usaha dan industri memang sudah mulai bangkit beraktivitas sesuai bidangnya masing-masing, mereka justru membutuhkan bantuan permodalan dan pasar saat ini. Janganlah dibebankan ini itu dulu, harus ada keberpihakan Pemerintah terhadap dunia usaha maupun industri saat ini,” terangnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa perbankan yang beroperasional di wilayah DIY, khususnya perbankan yang ditunjuk Pemerintah sebagai Bank Mitra serta penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar menggulirkan kebijakan yang pro pelaku usaha dan industri. Terlebih pelaku usaha dan industri di DIY belum bisa melakukan aktivitas ekspor dengan maksimal, maka perlu adanya sinergi antara Pemda dengan Pemerintah Pusat guna memanfaatkan produk lokal dalam negeri sendiri.

“Jujur saja masih memberatkan meskipun Pemerintah sudah memberikan keringan dengan berbagai insentif hingga program PEN. Kami minta Pemerintah baik pusat maupun daerah sama-sama bersinergi untuk mempunyai keberpihakan terhadap produk lokal alias menyerap produk dalam negeri sendiri seoptimal mungkin saat ini,” tandas Mantan Ketua Umum Kadin DIY tersebut.

Menurut Gonang, pasca dibukanya industri pariwisata di DIY secara bertahap saat ini maka perlu disusul dengan peran serta sektor pendidikan. Sebab sektor pendidikan mempunyai potensi atau kontribusi yang sangat besar dengan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di DIY.

“Pelaku usaha dan industri di DIY rata-rata penjualan baru bergerak di kisaran 10 hingga 20 persen saat ini, yang penting mereka bisa bergerak. Begitu DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maka penjualan langsung tiarap lagi. Jadi kita masih butuh stimulus yang benar-benar tepat guna bagi pelaku dunia usaha dan industri agar bisa bangkit kembali di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI