Optimis, Kunjungan Wisman di DIY Capai Satu Juta

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY optimis bisa mencapai target sebesar satu juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2020 ini, dengan didukung beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) dan Bandara Adisutjipto. Kedua bandara di DIY tersebut diharapkan bisa menambah penerbangan langsung (direct flight) internasional ke berbagai negara khususnya di Asia Tenggara, Asia dan Australia langsung (direct flight) internasional ke berbagai negara khususnya di Asia Tenggara, Asia dan Australia.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo menyampaikan, realisasi jumlah wisatawan di DIY melebihi target yang ditetapkan sebesar 6 juta wisatawan pada 2019. Target tersebut yaitu 5,5 juta untuk wisatawan nusantara (wisnus) dan 500 ribu wisman, realisasi capaian wisnus sudah mencapai 6 jutaan dan sekitar 490 ribu pada 2019.

"Kami tidak menargetkan jumlah wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tetapi saya justru memperhatikan rekapitulasi realisasi target jumlah wisatawan sepanjang 2019 lalu. Realisasi wisnus sudah melebihi target, kami tinggal tunggu realisasi wisman dan berharap bisa melebihi target yang ditetapkan tahun ini,” kata Singgih di Yogyakarta, Rabu (8/1).

Dikatakan, sebelumnya Menteri Pariwisata (Menpar) yang lama Arief Yahya menargetkan mampu mendatangkan dua juta wisman untuk DIY dan Jawa Tengah, masing-masing dijatah 1 juta turis pada 2020. Target tersebut didukung dengan beroperasinya BIY. Tetapi target itu bukan merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY dan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPPARDA) DIY 2012-2025.

"Jika mengacu pada RPJMD DIY, target wisman tahun ini tidak sebesar itu. Tetapi kita tidak keberatan dan semangat untuk meraih 1 juta turis tahun ini dengan asumsi adanya penambahan penerbangan langsung dari berbagai negara untuk mengakselerasi pencapaian target 1 juta wisman tersebut,” tuturnya.

Mantan Wakil Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY ini mengaku, jika target tersebut tidak diikuti dengan penambahan penerbangan langsung maka tidak akan tercapai. Sebab komponen yang paling berpengaruh mendatangkan wisman dari angkutan udara. Jadi kunjungan wisman di DIY tidak mengalami kenaikan signifikan selama ini dikarenakan tidak adanya penambahan penerbangan langsung internasional, hanya mengandalkan dari Kualalumpur Malaysia dan Singapura semata.

"Turis yang masuk ke DIY didominasi dari Singapura dan Malaysia karena adanya penerbangan langsung ke Yogyakarta. Saya berharap jika BIY sudah beroperasi 100 persen tahun ini akan diikuti dengan penambahan direct flight dari beberapa negara sehingga menambah optimisme mencapai satu juta wisman,” ungkap Singgih.

Menurutnya, kunci utama wisman datang ke DIY paling banyak menggunakan pesawat udara sehingga turis akan berhitung apabila harus transit. Hal itu akan memilih penerbangan langsung agar menghemat atau efisien uang dan waktu. Pihaknya mengharapkan segera dibuka penerbangan langsung ke Asia Tenggara, Asia dan Australia terlebih dahulu di DIY karena potensi pasarnya jauh lebih bagus dan kesempatan untuk meraih visi RIPPARDA DIY dan visi Gubernur DIY menjadi daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara.

"Kami harapkan tidak hanya sekadar penerbangan langsung dari Singapura dan Malaysia, tetapi dibuka dari Bangkok Thailand yang jumlah wismannya sangat tinggi. Jika ada penerbangan langsung dari Bangkok ke Yogyakarta, saya kira akan menjadi alternatif baru bagi wisman yang sudah ke Bangkok lalu ke Yogya. Kemudian Australia juga mempunyai pangsa pasar yang bagus dan belum ada direct flight dari Australia ke Yogyakarta, tahun ini kita coba buka pasar Australia via Perth dan Melbourne,” ungkap Singgih. (Ira)

BERITA REKOMENDASI