Optimisme Konsumen Terhadap Perekonomian DIY Menguat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian DIY menguat. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 144,4, jauh di atas batas indeks 100 serta naik 1,6 poin dari indeks bulan sebelumnya dan naik 6,8 poin dari indeks periode yang sama tahun lalu. Menguatnya optimisme ini ditopang meningkatnya indeks keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan, berdasarkan survei konsumen yang dilakukan BI DIY pada September 2019 mengindikasikan konsumen optimis perekonomian DIY saat ini dan ke depan menguat. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) naik 2,6 poin pada September 2019 dari capaian Agustus 2019 menjadi 136,3. Menguatnya optimisme ini terkonfirmasi keyakinan sebagian besar responden bahwa kegiatan usaha saat ini relatif membaik.

Baca juga :

Kota Yogyakarta HUT ke-263, Jalur Pedestrian Semakin Bagus
Tanggal 13 Oktober, Yogya Bakal Sehari Tanpa Bayangan

"Kenaikan IKE dimotori kenaikan indeks pada hampir seluruh komponen pembentuknya, utamanya Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja sebesar 5,0 poin ke level 132,5 dan Indeks Penghasilan naik 3,0 poin dari indeks bulan sebelumnya ke level 143,5. Peningkatan ini mendorong konsumen tetap optimis untuk melakukan pembelian barang tahan lama terutama pada komoditas elektronik, kendaraan serta furniture dan perabotan rumah tangga," papar Hilman.

Hilman menuturkan, menguatnya optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian DIY diperkirakan akan berlanjut pada enam bulan ke depan yang terindikasi dari naiknya Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 0,5 poin menjadi 152,5. Kenaikan IEK dimotori meningkatnya Indeks Ekspektasi Penghasilan ke Depan sebesar 8,0 poin ke level 157,5 yang ditengarai didorong kenaikan gaji/upah dan kenaikan omzet usaha pada enam bulan ke depan.

"Menguatnya ekspektasi terhadap penghasilan juga dipengaruhi keyakinan kegiatan usaha enam bulan mendatang relatif membaik dibandingkan saat ini berdasarkan persepsi konsumen. Kondisi ini diperkirakan didorong pembiayaan perbankan yang relatif mudah, serta subsidi/insentif dari pemerintah dan perbaikan infrastruktur yang relatif meningkat," jelasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI