P3Y 2016, Siklus Hulu-Hilir Perfilman DIY Ditampilkan

YOGYA (KRjogja.com) – Pameran Potensi Perfilman Yogyakarta (P3Y) 2016 bertajuk Industri Yang Lain siap digelar 13-19 November 2016. Jogja National Museum (JNM) akan menjadi lokasi perhelatan insan perfilman DIY yang dianggap memiliki potensi besar untuk bertemu dengan audiencenya secara langsung.

Suluh Pamuji Koordinator P3Y dalam temu pers di kantor Dinas Kebudayaan Kamis (10/11/2016) mengungkap pameran kali ini membawa sesuatu yang berbeda daripada gelaran tahun 2015 yang dipusatkan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Menurut dia, enam unsur dalam siklus perfilman mulai dari produksi hingga pengarsipan akan ditampilkan secara runtut pada pengunjung yang hadir.

"Secara total dari produksi, distribusi, apresiasi, edukasi, eksebishi hingga pengarsipan ada 31 peserta yang ikut terlibat dan seluruhnya merupakan production house, komunitas film hingga dinas yang sebelumnya telah melakui proses kurasi. Kami memastikan tahun ini lebih berkualitas dan benar-benar menunjukkan siklus sebuah film," ungkapnya.

Tak hanya itu, selama rentang 14-19 November, pengunjung bisa mengapresiasi langsung karya insan perfilman Yogyakarta dalam bioskop mini yang akan memutar film setiap pukul 14.00 hingga 19.00 WIB. "Ada mini bioskop dengan kursi berjumlah 24 dan filmnya nanti akan bergantian terus dari peserta yang ikut dalam eksebishi, ini upaya kami sentuhkan langsung film dengan penontonnya," imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan DIY Umar Priyono berharap dengan adanya pameran P3Y tahun 2016 ini masyarakat Yogyakarta semakin memahami bawasanya industri perfilman merupakan salah satu industri kreatif yang potensial apabila dikelola secara serius. Menurut dia, film dapat menjadi media promosi, marketing, advokasi bahkan pengingat sejarah dan juga propaganda.

"Inilah mengapa mungkin tajuknya Industri Yang Lain, bahwa perfilman bisa membawa dampak positif bagi banyak pihak tak hanya pelakunya saja tapi juga masyarakat secara luas. Kita ingat bagaimana Belitung Timur menjadi terkenal di dunia karena sebuah film, nah kami harap pameran ini bisa menyentuh orang untuk tak hanya mengapresiasi tapi juga tertarik memproduksi film yang berkualitas," ungkapnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI