‘Pagelaran Sawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh’ digelar di JNM

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Sebagai bentuk penghargaan yang tinggi kepada perorangan, kelompok, lembaga maupun komunitas yang memiliki kiprah implementatif terhadap nilai-nilai Hamemayu Hayuning Bawono, Kelompok Kerja Kegiatan Penguatan Lembaga Pengelola dan Pelestari Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY akan menggelar 'Pagelaran Sawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh' di Jogja National Museum (JNM) Jalan Amri Yahya No 1 Wirobrajan Yogyakarta, Kamis-Jumat (29-30/9).

"Kegiatan ini sebagai tanggapan atas sembilan nilai pokok renaisance Yogyakarta yang diamanatkan Gubernur DIY, meliputi pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga serta tata ruang dan lingkungan," tutur Kabid Sejarah, Bahasa Jawa dan Sastra Disbud DIY Erlina Hidayati SIP MM kepada wartawan di Pendopo Disbud DIY, Senin (26/9).

Kegiatan ini menurut Erlina sebagai jawaban atas banyaknya masukan yang memandang kegiatan budaya hanya melulu pada performance. Padahal banyak kegiatan dengan nilai Hamemayu Hayuning Bawono sudah dilakukan, tapi tidak terekspose secara maksimal.

"Meski begitu hasilnya terlihat jelas. Mereka menginisiasi hal baru, membuat perubahan serta mendobrak paradigma yang tidak sesuai. Cuma tidak dapat perhatian maksimal dari media," imbuhnya.

Sementara Ketua Panitia Widihasto Wasana Putra mengatakan dalam kegiatan yang menghadirkan pameran karya, workshop, talkshow serta pameran foto ini akan ada 17 kelompok, lembaga atau komunitas, selaras dengan garis imajiner dari Merapi hingga Pantai Selatan. Mereka antara lain Wiwin Vegas Kreator Kendaraan Listrik, Jogja Nyah Nyoh, Musimin Pelestari Anggrek Merapi, Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta, Pertanian Berkelanjutan SPTN HPS, BIXA Batik Natural Colour, Pelestari Zat Warna Alam, Sanggar Anak Alam, Komunitas Pitpaganda, Bakul Jamu Cepuri, BUMDES Panggung Lestari, Kampung Cyber Tamansari, Banyu Langit, #Jogjagaruksampah, Wildlife Rescue Centre, Pelestari Ajaran Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram, Wukirsari Bird Farm dan Kelompok Pelestari Penyu Pelangi Kretek Bantul.

Sedang terpisah pengurus Pewarta Foto Indonesia DIY Gigih Hanafi mengatakan pihaknya akan menyajikan pameran foto yang kritis, terutama menyikapi kondisi sosial di masyarakat yang diabadikan melalui foto. (R-7)

 

BERITA REKOMENDASI