Pancasila Hasil Kesepakatan Bersama Para Pendiri Bangsa

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – DPD RI dengan tegas meminta agar RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dicabut. Penegasan pencabutan itu dilakukan lantaran Pancasila dinilai sudah final dan tidak bisa ditawar maupun diubah lagi.

“Meski tidak berwenang dalam pembahasan, DPD RI sudah meminta agar RUU tersebut dicabut. Melalui Ketua DPD sudah disampaikan untuk menolaknya,” kata anggota DPD RI dari DIY, Cholid Mahmud dalam sosialisasi bertema ‘Sejarah Pancasila Serta Posisinya dalam Berbangsa dan Bernegara’ yang digelar di gedung GOR SMPIT Abu Bakar Yogyakarta, Minggu (05/07/2020).

Cholid Mahmud melihat ada sekelompok orang yang ingin berupaya mengubah Pancasila. Terbukti RUU HIP telah masuk prolegnas, ini berarti menurutnya ada upaya pihak-pihak tertentu dengan sadar ingin menggeser Pancasila. “Makanya ini patut diwaspadai dan ditolak,” tegasnya.

Ia mengatakan dasar negara Pancasila terlahir dari hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa. Rumusan-rumusan dasar negara yang muncul pada Sidang BPUPKI tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 1945 masih baru bersifat usulan personal. Fakta historisnya, rumusan dasar negara yang disepakati bersama adalah rumusan Pancasila hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 yang dipimpin oleh Ir Soekarno.

“Oleh karena itu, agar tidak menjadi bias dan terjadi distorsi, Pancasila seharusnya dipahami berdasarkan rumusan yang merupakan kesepakatan bersama para pendiri bangsa tersebut,” jelasnya.

Penggiat Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM, HM Jasir ASP mengatakan Soekarno merupakan sosok yang menghargai perjanjian luhur. Dia telah meninggalkan usulan Pancasila yang dipidatokan pada 1 Juni 1945, awalnya ada konsep Trisila ataupun Ekasila.

“Bahkan Soekarno bisa menggabungkan dari nasionalis dan religius dalam merumuskan Pancasila. Jadi Pancasila yang telah kita jalankan saat ini sudah benar dan tidak perlu diubah lagi,” tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI