Pandemi, 60 Persen Penerbit Buku Rontok

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama dua tahun pandemi di era internet memukul industri penerbitan. Sekitar 60 persen penerbit di DIY rontok, sisanya melakukan inovasi dengan penerbitan E-Book dan menjadikan prioritas. Disamping permasalahan pembajakan buku dan penurunan penjualan buku di masa pandemi.

“Kita harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dengan menerbitkan e-book. Penerbit kami sendiri sudah mulai menerbitkan rata-rata 100 an judul E-Book per bulan,” tutur Wakil Ketua Pengurus Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DIY 2021-2026 Sasongko Iswandaru dari Penerbit Pohon Cahaya Semesta kepada KRJogja.com, Sabtu (12/2/2022) di Crystal Lotus Hotel usai Pelantikan Pengurus Ikapi DIY 2021-2026 dengan Ketua Wawan Arif Rahmat (Relasi Inti Media) dilantik bersama 20-an jajaran pengurus.

Pelantikan oleh Sekretaris Jenderal PP Ikapi, Nurkholis Ridwan mewakili Ketua Umum Ikapi Pusat Arys Hilman Nugroho “Saat ini komposisi penerbitan 60 persen E-book dan 40 persen cetakan, yang akan mencapai puncaknya 2-3 tahun ke depan. Namun dari tren ini kita yakin nanti akan menurun dan suatu saat akan kembali ke kertas (cetak) lagi. Seperti di negara-negara Eropa sekarang sudah akan meninggalkan E-Book kembali buku cetakan lagi. Tetapi di Indonesia E-Book tren nya masih naik, belum mencapai tingkat jenuh,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI