Pandemi Gagalkan Tiga Program Pemda DIY, Apa Saja?

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY menetapkan delapan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. Namun, tiga program dipastikan gagal terpenuhi yakni indeks pembangunan manusia (IPM), pengentasan angka kemiskinan dan rasio gini.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji dalam rapat dengar pendapat RAPBD 2022 di DPRD DIY, Senin (25/10/2021) mengatakan Pandemi Covid-19 menjadi alasan utama kenapa tiga program tersebut gagal tercapai. Menurut Aji, hal tersebut berada di luar perkiraan yang muncul akibat pandemi.

“Pertama, IPM pada 2020 mencapai angka 79,97. Berdasarkan RPJMD 2017-2022, capaian IPM di DIY pada 2021 ada di angka 81,4 dan di 2022 sebesar 81,68. Untuk mencapai target selisih dari 79,97 ke 81,68 bukan hal yang mudah. Meski kalau dibandingkan provinsi lain, kita menempati posisi kedua setelah DKI Jakarta. Perbedaan mencolok pada tingkat konsumsi yang jauh lebih tinggi dibanding DIY,” ungkapnya.

Kedua, pada indeks gini, capaian DIY pada 2020 masih 0,437. Target pada 2021 0,3705 dan di 2022 ada di 0,3635. Angka tersebut menunjukkan masih tingginya kesenjangan di DIY dan untuk menurunkan selisih angka sangat sulit direalisasikan.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi kita menunjukkan trend positif, naik 11,81 persen. Namun tetap saja kesenjangannya masih tinggi,” tandas dia.

Begitu pula untuk angka kemiskinan, pada 2020 tercatat 12,8 persen dan turun menjadi 8,03 persen pada 2021. Jika sesuai RPJMD 2017-2022 harusnya angka kemiskinan DIY ada di angka 7 persen.

“Untuk mewujudkan selisih antara target dengan kondisi saat ini sangat sulit, apalagi dengan sisa tahun 2021 yang tinggal beberapa bulan ditambah 12 bulan pada 2022. Sulit untuk mewujudkan angka 7 persen tingkat kemiskinan di DIY. Mustahil untuk kita dapat,” ungkapnya lagi.

BERITA REKOMENDASI