Pantai Selatan DIY Berpotensi Tsunami, Warga Diminta Tetap Waspada

YOGYA (KRjogja.com) – BMKG DIY meminta warga yang berada di pesisir pantai selatan untuk mewaspadai adanya potensi Tsunami yang bisa menerjang kawasan tersebut dalam waktu yang tak bisa ditentukan. BMKG memprediksi di kawasan laut selatan sangat mungkin terjadi gempa dengan kekuatan lebih 7 Skala Richter mengingat adanya pertemuan lempeng Eurasia, Pasific dan Hindia-Australia.

Kepala BMKG DIY I Nyoman Sukanta saat berbicara di hadapan wartawan dalam Forum Group Disccusion (FGD) di DPRD DIY Sabtu (26/11/2016) mengatakan wilayah pantai selatan DIY menjadi salah satu kawasan yang rawan Tsunami mengingat adanya sejarah gempa besar tahun 1921 yang tercatat menimbulkan gelombang besar tersebut. Meskipun BMKG tak dapat memprediksi adanya gempa yang kemungkinan besar disertai Tsunami, namun Nyoman meminta masyarakat yang berada di pesisir selatan untuk mewaspadai hal tersebut.

"Tahun 1921 pernah terjadi gempa di laut selatan Jawa dan pasti akan berpotensi terjadi kembali namun belum tahu kapan waktunya. Kami membuat simulasi dari gempa 1921 di mana kawasan Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo juga terdampak Tsunami antara 1,5 meter hingga 0,5 meter, karena itu kami minta warga untuk tetap waspada," terangnya.

Bahaya Tsunami menurut Nyoman dipengaruhi oleh karakter dataran di lokasi pesisir yang dilewati. "Kalau tidak ada perbukitan bisa lebih jauh lagi tapi kalau berbukit maka tidak akan jauh, dan 1,5 meter itu bisa mencapai puluhan kilometer, jadi harus tetap waspada," ungkapnya lagi.

Sementara terkait seringnya Yogyakarta merasakan getaran gempa, Nyoman mengatakan hal tersebut sebenarnya cukup normal dan indikasi baik dikarenakan tenaga dari lempeng bumi terlepas sedikit demi sedikit sehingga mencegah kemungkinan gempa besar. "Kalau pernah gempa lalu tak terjadi gempa kecil malah berbahaya karena tenaga yang disimpan besar, nah kalau justru sering tapi skalanya kecil malah bersyukur karena energinya sudah terbuang," imbuhnya.

BMKG DIY juga terus berkoordinasi dengan Pemda dan BPBD DIY untuk membentuk masyarakat tangguh bencana terutama dalam kaitan dengan Tsunami dan gempa bumi. "Kita pasang sirine atau lokasi evakuasi untuk warga di pesisir jadi kalau sirime bunyi bisa langsung pergi ke tempat yang ditentukan, BMKG berharap masyarakat semakin waspada karena memang kita hidup di atas patahan lempeng benua," pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI