Panwas Kota Yogya Tetap Tindak Lanjuti Pelanggaran Kampanye

YOGYA (KRjogja.com) – Divisi Penindakan Pelanggaran  Panwas Kota Yogyakarta
Pilkeska Hiranurpika, SH., M.Si memberi apresiasi tindakan Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Tommy Wibisono yang mencopot Kapolsek Mantrijeron Kompol Totok Suwantoro SH karena dugaan pelanggaran ketidaknetralan anggota Polri saat kampanye salah satu calon.

"Keputusan Kapolres Kota Yogyakarta merupakan shock therapy agar tidak terjadi lagi kasus serupa dikemudian hari.  Panwaskota Yogyakarta tetap akan menindaklanjuti temuan dengan nomor 002/TM/PANWASKOT-YKA/11/2016 ini sesuai Perundang-undangan yang berlaku," kata Pilkeska Hiranurpika sebagaimana keterangan persnya kepada KRjogja.com, Selasa (08/11/2016).

(Baca Juga : Bernyanyi Saat Kampanye, Kapolsekta Mantrijeron Dicopot)

Menurut Pilkeska Panwaskota memiliki bukti kuat atas kasus ini berupa foto dan rekaman video. Selanjutnya segera melakukan klarifikasi terhadap pihak yang berkaitan dengan kasus ini. Kasus ini terungkap pada Minggu (06/11/2016)
saat Panwascam Mantrijeron melakukan pengawasan kampanye yang diselenggarakan paslon nomor 2 di area selokan Tanjung Kiri, Gang Banjarsari  RT 79 RW 17, Dukuh, Kelurahan GedongKiwo, Kecamatan Mantrijeron. 

"Kemudian Kompol Totok Suwantoro diminta untuk menyumbang lagu yang salah satu lagu berjudul 'Balen' dengan mengubah syairnya. Nyanyian tersebut diduga mengandung dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh anggota polisi," paparnya.

Dia menambahkan dalam Kode Etik Profesi Polisi Pasal 12 e disebutkan bahwa "Setiap anggota Polri dilarang melibatkan diri dalam politik praktis". Hal tersebut dikuatkan dalam Undang-Undang RI Tahun 2016 Pasal 71 ayat (1)  berbunyi "Pejabat negara, pejabat daerah, pejabat aparatur sipil negara, anggota TNI/POLRI, dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon." (*)

BERITA REKOMENDASI