Para Janda Luncurkan Buku #SalamJariTanpaCincin

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Suasana syahdu sore terlihat di simpang empat Tugu Pal Putih, Jumat (23/06/2017). Beberapa perempuan dan lelaki berkumpul di lokasi ikonik Yogyakarta dengan pesan yang sudah tertanam di dalam benak mereka sejak dua tahun terakhir.

Ternyata, para perempuan dan lelaki tersebut adalah komunitas Single Parents Indonesia in Motion (SPINMOTION) yang sedang memperingati Hari Janda Internasional yang disepakati dunia setiap tanggal 23 Juni. Komunitas yang sebenarnya berangkat dari suatu hal yang tak pernah dikehendaki manusia yakni perceraian ini membawa pesan besar bagi masyarakat yang belakangan seolah mudah sekali mengucapkan kata ‘talak’ ketika berselisih paham dengan pasangannya.

Yasin bin Malenggang, seorang single parent bapak dua anak yang juga aktif menulis di sosial media @singledadwrites mengisahkan, secara spesial di usianya yang telah menginjak dua tahun ini SPINMOTION ingin membagikan inspirasi pada para single parent serta masyarakat luas berdasar kisah nyata yang mereka alami. Setelah aktif berdiskusi di dalam komunitas yang saat ini anggotanya berasal dari seluruh Indonesia, SPINMOTION meluncurkan sebuah buku berjudul #SalamJariTanpaCincin yang berisi kumpulan kisah dari 17 penulis yang menginspirasi sekaligus mengedukasi.

"Kami bukan menyuarakan agar orang jadi single parent, karena kami punya slogan don't divorce or be a good single parent tetapi kami ingin menghimbau semua pihak untuk menghormati lembaga perkawinan yang sakral. Di satu sisi, melalui buku ini kami juga ingin mengajak semua single parent untuk bangkit bersama memperbaiki kesalahan dan kegagalan untuk kehidupan yang lebih baik kedepan. Single parents bukan seperti anggapan masyarakat selama ini," ungkap pria yang kini tinggal di Yogyakarta ini.

Ketika ditanya ide meluncurkan buku yang judulnya sangat unik dan tak biasa ini, Yasin yang memang sudah aktif menulis sebelumnya mengungkap bawasanya ia melihat fakta miris di masyarakat yang saat ini harus duduk di pengadilan agama untuk menghadapi kasus perceraian. "Saat ini di Indonesia perhari ada 1000 kasus perceraian, maka kami berpikir mengapa tidak kita menulis dan berbagi kisah dengan dasar semangat solidaritas dan empati. Kami  kumpulkan niat dan sumber daya akhirnya terciptalah buku ini dengan 17 penulis dari seluruh Indonesia di dalamnya," ungkapnya.

Risma Nilawati atau akrab disapa Neng Risma yang merupakan satu artis ibukota turut menyumbang tulisan dalam buku yang baru akan beredar resmi 3 Juli 2017 nanti. "Dia juga ikut menulis dan sekaligus duta komunitas kami. Harapannya dari Yogya buku ini bisa memberi inspirasi lebih luas dan memberi pesan menjadi single parent itu tidak mudah, kalau bisa pertahankan ikatan perwakinan," imbuhnya.

Dalam rangkaian acara peringatan Hari Janda Internasional tersebut, SPINMOTION juga meluncurkan sebuah aplikasi jual beli online yang diberinama Lajada kependekan dari Lapak Janda Duda. Di fitur eCommerce ini siapa saja bisa ikut serta mengembangkan bisnis UKM untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Siapa saja bisa bergabung karena tujuannya sebagai ruang jual beli untuk mengembangkan UKM atau sharing. Bisa langsung download di playstore android kalau ingin ikut berusaha, tidak harus single parent kok," pungkasnya tersenyum.

Hingga saat ini anggota SPINMOTION sendiri mencapai 1100 orang dari 11 kota di seluruh Indonesia. Misi besar juga diusung untuk menekan angka tersebut namun disertai pemahaman dengan status single parent tersebut. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI