Pasar Sepi, Buruh Gendong Beringharjo Terpaksa ‘Tombok’ Ongkos

RAUT wajah Suyatmi, buruh gendong Pasar Beringharjo sumringah saat ditemui di selasar lantai 3, Jumat (1/5/2020) siang. Ia sedikit bisa lega hari ini karena tak harus menombok untuk ongkos pulang, seperti yang harus dilakukannya sejak masa tanggap darurat di DIY bulan lalu.

Warga Disil Salamrejo Sentolo Kulonprogo ini merasakan betul dampak pandemi Covid-19 yang terjadi. Pasar Beringharjo yang sepi berdampak pada pendapatannya, tak ada gendongan yang artinya tidak ada uang masuk ke kantongnya.

Tas berwarna kuning digenggamnya dengan erat. Isinya sembako yang diberikan MKGR bersama DPD Golkar DIY berupa sabun cuci tangan, beras 5 kilogram, minyak goreng, mie instan, gula pasir dan uang Rp 50 ribu.

Tak seberapa mungkin, tapi bagi Suyatmi dan 78 rekannya yang lain, paketan tersebut begitu sarat makna. Mereka bisa bernafas paling tidak untuk satu dua hari kedepan, memberi pengharapan bagi keluarga di rumah yang ditinggalkan untuk bekerja.

BERITA REKOMENDASI