Pascareformasi, Pancasila Tidak Dibahas Serius

YOGYA, KRJOGJA.com – Munculnya persoalan-persoalan kebangsaan di Indonesia, menurut Wakil Ketua DPD GKR Hemas karena Pancasila sebagai dasar filosofi sudah tidak dipahami oleh warganya. 

Alhasil, nilai-nilai luhur Pancasila yang merupakan sumber dari segala sumber hukum di negeri ini, tidak teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. "Munculnya persoalan kebangsaan ini disinyalir karena Pancasila ditinggalkan," terang Hemas dihadapan ratusan pengurus Karang Taruna kabupaten/kota se-DIY dalam acara sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Kraton Kilen Yogyakarta.

GKR Hemas mengatakan, sejak era reformasi 1998, Pancasila tidak lagi menjadi pembahasan serius, mulai dari masyarakat bawah sampai elit politik. Mulailah muncul ancaman-ancaman disintegrasi bangsa, terutama dari daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, namun tidak puas dengan distribusi ekonominya. "Lepasnya Timor-Timur dari pangkuan ibu pertiwi, juga karena Pancasila tidak mendapat tempat di hati masyarakatnya," katanya. 

Agar NKRI tidak cerai-berai, sudah saatnya seluruh penduduk Indonesia terutama generasi penerus (Karang Taruna) harus memahami Pancasila serta bertanggung jawab terhadap peran masing-masing dalam proses pembangunan. "Karang Taruna harus membudayakan hidup gorong-royong, toleransi dan saling menghargai kebudayaan yang sangat beragam," ujar Hemas. (Dev)

BERITA REKOMENDASI