Pascatragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, Ini Pernyataan Sikap Kwarda DIY

YOGYA, KRJOGJA.com – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) DIY sangat berduka cita dan prihatin atas peristiwa laka sungai yang dialami siswa dan siswi SMP N 1 Turi Sleman saat berkegiatan susur sungai pada Jumat Khotmul Quran di SDIT Hidayatullah (21/2) lalu.

Untuk itu, Kwarda DIY bersama-sama Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dan bekerja sama lebih intens lagi agar pendidikan kepramukaan di sekolah dilaksanakan dengan lebih baik dan memperhatikan serta mengutamakan keselamatan atau safety first.

“Dengan demikian diharapkan risiko yang dapat menimpa siapapun yang terlibat dalam kegiatan kepramukaan di sekolah dapat diminimalisasi,” ujar Ketua Kwarda Gerakan Pramuka DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi sebagai pernyataan sikap Kwarda DIY yang disampaikan di Yogyakarta, Minggu (1/2).

BACA JUGA :

Waduh, Ternyata Susur Sungai SMPN 1 Turi Tak Terencana

Gunduli Tersangka Susur Sungai, Begini Jawaban Polda DIY

GKR Mangkubumi menegaskan pihaknya sekaligus mengimbau jajaran kwartir cabang, kwartir ranting, gugusdepan, gugusdarma, satuan karya, satuan komunitas agar dalam penyelenggaraan kegiatan untuk semua golongan peserta didik (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega) selalu memperhatikan manajemen risiko. Hal ini merujuk pada Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No.227 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan
Kebijakan Manajemen Risiko dalam Gerakan Pramuka.

“Negara kita adalah negara hukum, Kwarda DIY menghormati sepenuhnya proses hukum yang berlangsung pada pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas peristiwa ini. Sehingga keadilan sunguh dapat dirasakan hadir di tengah-tengah keluarga para siswi yang tengah berduka,” tegasnya.

Putri sulung Raja Kraton Yogyakarta ini menambahkan, Kwarda DIY berharap agar penegakan hukum yang telah dilakukan aparat penegak hukum tidak mengganggu semangat dan segala upaya untuk mendidik karakter dan menumbuhkan potensi generasi muda menjadi sumber daya manusia yang unggul serta mampu memikul tanggung jawab di masa yang akan datang.

“Pesan Kakak untuk adik-adik, tetaplah berlatih dan mengikuti kegiatan kepramukaan dengan semangat di bawah bimbingan kakak-kakak pembina yang tercerahkan dengan peristiwa ini. Harapan kami kepada Kakak-kakak
Pemblna Pramuka di DIY tetaplah semangat dan berjuang untuk melatih dan mendidik adik-adik kita dengan pengetahuan serta kemampuan yang sesuai dengan apa yang telah dibekalkan kepada Kakak-kakak,” ungkap GKR Mangkubumi.

Kwarda DlY mengucapkan terima kasuh sebesar besarnya dan penghargaan
setinggi-tingginya kepada kurang lebih 1.000 orang relawan dan petugas dari berbagai instansi/ormas yang telah berupaya keras dan maksimal dalam penyelmatan, pencarian dan evakuasi korban hingga 23 Februari 2020. Pihaknya pun sangat berterima kasih dan bangga atas perjuangan Bapak Ahmad Hidayat alias Sudiro atau Mbah Rois dan Bapak Sudarwanto alias Kodir yang merupakan penyelamat awal adikadik korban sesaat setelah kejadian, sehingga diusulkan memperoleh tanda penghargaan Gerakan Pramuka. (Ira)

BERITA REKOMENDASI