Pasien Terpapar Covid-19 Butuh Motivasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Seseorang yang terpapar Covid-19 harus terus diberikan motivasi agar bisa segera sembuh, bukan sebaliknya diperlakukan secara diskriminatif atau dikucilkan dari lingkungan masyarakat. Sebab jika hal tersebut dilakukan dapat menambah beban dan bisa memberikan dampak psikis bagi pasien yang terpapar Covid-19.

Supaya hal itu tidak terjadi, masyarakat diminta memberi semangat atau dorongan motivasi terhadap pasien Covid-19 maupun keluarganya. “Masyarakat tidak boleh menganggap pasien Covid-19 sebagai sesuatu yang harus dihindari atau dikucilkan dari pergaulan. Apalagi keluarganya sampai turut dijauhi. Sebab jika hal itu dilakukan akan menyebabkan pasien terbebani dan menurunkan imun mereka. Supaya hal itu tidak terjadi mereka harus senantiasa diberikan motivasi dan bantuan agar bisa segera sembuh,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs K Baskara Aji.

Baskara Aji mengatakan, penanganan Covid-19 tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah atau rumah sakit, tapi butuh dukungan dari semua elemen masyarakat. Karena tanpa adanya sikap proaktif dari semua pihak, penanganan Covid-19 tidak akan bisa dilakukan secara optimal. Mengingat sampai saat ini kasus Covid-19 di DIY masih tergolong fluktuatif, sehingga penegakan prokes menjadi suatu keharusan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Saya minta dalam kondisi sekarang semua pihak bisa saling bahu-membahu untuk penanganan Covid-19. Salah satu caranya dengan selalu menegakkan prokes, karena hanya dengan cara itu penularan Covid-19 bisa dilakukan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu dr Betty Juliastuti Soeharsono MSc SpAn, yang masuk dalam tim satgas penanganan Covid-19 di RSUD Sleman mengatakan, saat ini untuk menghindari paparan virus Covid-19, pemakaian masker dobel disarankan. Namun cara menggabungkannya harus benar, yaitu memakai masker bedah terlebih dahulu, kemudian di lapisan luar masker kain sebagai masker ganda, akan lebih aman.

“Jangan menggabungkan masker bedah dengan masker bedah, masker kain dengan masker kain ataupun masker N95 dengan masker lainnya,” ujar dr Betty.

Dikatakan, pemakaian masker bedah idealnya sekali pakai. Tidak bisa dicuci karena dapat langsung sobek, sebab berbahan bukan kain. Untuk meningkatkan efektivitas masker, selain memakai dua masker, sebaiknya membuat ikatan di pengait telinga pada masker, serta menekan bagian atas masker sehingga menutup hidung bagian atas, agar bisa lebih pas dipakai dan ideal pemakaian masker bedah hanya sekitar 6-8 jam. (Ria/Ret)

BERITA REKOMENDASI