Pasokan Listrik Jateng dan DIY Hilang 312 MW

YOGYA, KRjogja.com – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah (Jateng) dan DIY menyampaikan kehilangan pasokan listrik sejumlah 312 mega watt (MW) atau sekitar 15 hingga 20 persen. Hilangnya pasokan tersebut disebabkan gangguan sistem pada

Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Kediri -Pedan dan gangguan beberapa pembangkit sehingga mempengaruhi pasokan listrik se-Jawa Bali pada Rabu (5/9/2018).

Humas PLN Area Pengatur Distribusi (APD) Jateng dan DIY Fathur Rokhman mengatakan akibat gangguan ini, wilayah kerja PLN Distribusi Jateng dan DIY mengalami kehilangan pasokan sejumlah 312 MW. Gangguan tersebut yang terbagi dalam beberapa wilayah kerja tersebar di Jateng  yaitu Magelang, Salatiga dan Semarang serta sebagian DIY menyebabkan padam sementara.

"Untuk Jateng dan DIY total kurang lebih terjadi kehilangan pasokan listrik sebesar 312 MV atau sekitar 15 sampe 20 persen. Akibat gangguan tersebut beberapa wilayah terdampak mengalami pemadaman sementara," ujar Fathur Rokhman.

Fathur menegaskan pihak akan segera menormalkan kembali pasokan listrik di wilayah terdampak tersebut baik di Jateng maupun DIY. Mengingat PLN selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kepada pelanggan yang terkena dampak pemadaman, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. PLN berusaha segera menormalkan kembali demi pelayanan terbaik bagi masyarakat " katanya.

Manajer Bagian Jaringan PLN Area Yogyakarta Pundhi Nugroho Jati menambahkan akibat gangguan sistem dari pembangkit yang tidak dapat beroperasi, dilakukan pengurangan beban dengan skema Rolling Manual Load Shedding (MLS) atau pelepasan beban utama secara manual karena dampak frekuensi turun dari pembangkit untuk menghindari blackout (padam total) sistem dan Under Frequency Relay (UFR) atau relay yang bekerja karena setting frekuensi tidak tercapai dengan durasi setidaknya satu jam.  Sehubungan dengan masih ada kendala dan gangguan distribusi maka waktu dan lokasi rolling pelepasan beban karena frekuensi turun diakibatkan kapasitas daya pembangkit lebih kecil dari beban nominal masih berlangsung sampai pukul 23.00 WIB.

"Berkenaan dengan hal tersebut sebagai langkah antisipasi, kami berlakukan sistem rolling MLS. Hal ini mengakibatkan padam di beberapa penyulang dengan durasi 1 jam bergantian mulai pukul 13.17 di sebagian wilayah Kota Yogyakarta, Bantul, Wonosari, Wates, Sleman dan Sedayu. Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan tersebut dan proses penormalan masih terus berlangsung," imbuh Pundhi. (Ira)

 

 

BERITA REKOMENDASI