Pasukan Khusus PDKB Kedepankan Zero Accident

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PT PLN (Persero) tengah memperingati hari jadi PDKB yang digelar bertepatan dengan Hari Pahlawan pada Rabu (10/11/2021) lalu. Pasukan khusus atau tim elite PLN ini terlatih dan mampu melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik tanpa perlu mematikan atau memadamkan aliran listrik.

“Pasukan PDKB adalah pasukan elit milik PLN yang terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik tanpa memadamkan aliran listrik. Sehingga masyarakat Indonesia dapat tetap menikmati listriknya,” ujar Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta Ahmad Mustaqir, Kamis (11/11/2021).

Ahmad menyampaikan sejarah PDKB di Indonesia pelaksanaan pertamanya pada 10 November 1993 di PLN Udiklat Semarang yang dikenal dengan Pencanangan Pelaksanaan PDKB di Indonesia oleh Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi Prof Dr Artono Arismunandar. Pencanangan itu didahului dengan terbitnya Keputusan Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi Nomor 73-12/40/600.1/1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan.

“Pasukan PDKB harus mengedepankan konsep zero accident, patuh pada standar operasional prosedur (SOP), keutamaan teamwork, dan profesionalisme kerja. Kita tidak boleh lengah dan abai karena tidak ada yang lebih berharga dari jiwa manusia. PDKB dapat menjadi benchmark yang dapat ditularkan kepada pekerjaan lain di PLN dalam hal safety,” tandasnya.

PLN UP3 Yogyakarta memiliki 1 tim PDKB sentuh langsung dengan 8 personil. Tim PDKB UP3 Yogyakarta telah menyelamatkan penjualan sebesar 1.613.441 kwh  dan Rp. 1.655.843.064  dengan 540  titik pekerjaan sejak awal Januari hingga Oktober 2021 ini. Keberadaan Tim PDKB ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

“Dengan tidak memadamkan aliran listrik akan lebih menghemat energi. Mengingat untuk tegangan tinggi, memadamkan jaringan berarti kehilangan pasokan besar-besaran dan belum lagi respon dari masyarakat,” jelasnya.

Tim PDKB terdiri dari dua jenis, yaitu tim yang pekerjaanya sentuh dan berjarak. Untuk tim yang berjarak, tidak menyentuh langsung jaringan, sementara untuk tim sentuh akan bersentuhan langsung.  Setiap anggota PDKB tetap diminta untuk mentaati standar operasional prosedur (SOP) meskipun telah dibekali peralatan keselamatan dan keamanan. Tim PDKB diterjunkan untuk kondisi yang penting. (Ira)

BERITA REKOMENDASI