Payung Hukum Perlindungan Perempuan Dinantikan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perjuangan perempuan untuk mendapatkan payung hukum perlindungan dan hak-haknya belum kunjung berakhir seperti Undang-Undang (UU) Kesetaran Gender, Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dan lain-lain. Kehadiran UU tersebut sangatlah dinantikan karena sedikitnya perlindungan hukum terhadap kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak-anak yang masih marak.

"Sebetulnya kita sekarang masih memperjuangkan undang-undang perlindungan bagi perempuan seperti UU Kesetaraan Gender sudah tertunda hingga dua periode. UU ini hanya tinggal pemahanan anggota dewan dan pemerintah agar bisa segera disahkan," tutur Istri Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hemas.

GKR Hemas mengatakan selain UU Kesetaraan Gender, peyung hukum masih harus diperjuangkan adalah UU kekerasaan terhadap perempuan dan anak diantaranya UU PKS yang sampai sekarang Pemerintah belum memberikan masukan yang terbaru dan masih ada beberapa hal yang dikurangi sehingga belum mencapai kesepakatan serta belum menuju ke legislatif. (Ira)

BERITA REKOMENDASI