PBTY Jadi Daya Tarik Wisata

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Gelaran Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XIV-2019 yang akan kembali digelar  13-19 Februari 2019 di kawasan Ketandan diharapkan semakin merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa serta menambahkan daya tarik wisata, menggairahkan perekonomian di Yogya.

Hal ini disampaikan Gubernur DIY,  Sri Sultan HB X menyambut positif saat menerima audiensi Panitia PBTY XIV-2019, Jumat (4/1). Even tahunan dalam rangkaian Perayaan Imlek ini sudah menjadi even wisata yang ditunggu dan diinisiasi oleh Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) dengan dukungan Dinas Pariwisata.

"Selama bertahun-tahun digelar hingga memasuki tahun ke-14 ini  PBTY selalu menunjukkan kemajuan dengan pesta budaya, kerukunan dan kebersamaan," papar Sultan.

Hadir dalam audiensi Ketua JCACC Harry Setyo dengan didampingi jajaran tokoh Tionghoa Yogya, dan juga Kerua Paguyuban diantaranya Soekeno, Tjia Eddy Susanto, Ellyn Subiyanti, Jimmy Sutanto, Muwardi Gunawan, Antonius Simon, Thomas WGS, dan lainnya. "Semoga PBTY yang menunjukkan kekayaan budaya Indonesia ini semakin merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa," ungkap Sultan.

Harry Setyo menyebutkan rangkaian acara PBTY 2018 dimulai dengam Opening Ceremonial Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Di Kampung Ketandan. "Ada juga Stand Bazzar, Kuliner, Panggung Utama untuk Perform kesenian, Panggung Potehi, Rumah Budaya Tionghoa," papar Harry.

Selain itu ada pameran Peranakan Tionghoa Indonesis, Panggung lomba Karaoke, Panggung Mandarin,Shufa,seni merangkai. "Seperti tahun-tahun sebelumnya PBTY juga dimeriahkan Karnaval, Jogja Dragon Festival. Yang baru ada Lomba Desain Batik Peranakan, Pameran dan pagelaran Wacinwa, (wayang Cina Jawa), serta ada pemilihan Cici Koko," jelasnya. (M-3)

 

BERITA REKOMENDASI