Pedagang di Jogja Ragu ’Nyetok’ Bawang Putih, Ini Alasannya

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Beberapa komoditas bahan pangan pokok masih mengalami fluktuasi baik kenaikan maupun penurunan di pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Fluktuasi harga tersebut dikarenakan ketersediaan dan memasuki musim panen sehingga sebagian harga mulai menunjukkan penurunan.

Pariyem, pedagang sayur mayur di Pasar Beringharjo menuturkan, harga sayur mayur termasuk cabai hingga bawang memang terus mengalami fluktuasi yang kecenderungannya menurun. Komoditas yang mengalami penurunan terjadi pada cabai merah besar dari Rp 60.000 menjadi Rp 55.000/kg, cabai rawit merah dari Rp 43.700 menjadi Rp 40.000/kg, bawang merah dari Rp 24.000 Rp 22.700/kg dan bawang putih sinco dari Rp 34.700 menjadi Rp 34.000/kg.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto di kantornya, Jumat (21/2) mengungkapkan, harga bawang putih masih terus berfluktuasi hingga saat ini. Hal ini disebabkan masih ada keraguan dari para pedagang untuk menyimpan stok banyak karena penjualan di tingkat distributor sudah tinggi. “Yang ditakutkan tiba-tiba harga jatuh sehingga pedagang membelinya dalam
jumlah kecil takut mengalami kerugian.

Mudah- mudahan kapal impor cepat sandar karena rekomendasi izin impor sudah turun untuk bawang putih,” ujar Yanto. Ditambahkan, Disperindag DIY masih menunggu kebijakan pusat baik tentang impor maupun kebijakan harga gula pasir. “Kami terus melakukan koordinasi dan masih menunggu kebijakan pusat untuk gula pasir tersebut karena harga di pasaran masih melebihi harga acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 12.500/kg,” tandasnya.

BERITA TERKAIT