Pedesaan di DIY Inflasi, Daya Beli Petani Kembali Turun

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kemampuan daya beli petani di pedesaan atau Nilai Tukar Petani (NTP) di DIY mengalami penurunan indeks sebesar 0,53 persen yaitu dari 100,24 menjadi 99,71 persen selama Desember 2020. Penurunan NTP ini disebabkan naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,16 persen dan indeks harga yang dibayar petani juga naik lebih tinggi sebesar 0,69 persen.

“Penurunan indeks NTP yang tercatat pada bulan Desember 2020 terjadi pada 2 subsektor yaitu tanaman pangan sebesar 1,70 persen dan perikanan sebesar 1,57 persen. Sedangkan tiga subsektor mengalami kenaikan, yaitu hortikultura sebesar 1,80 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,74 persen dan peternakan juga naik sebesar 1,17 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Heru Margono di Yogyakarta, Rabu (13/1).

Heru menyampaikan NTP Subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 98,26, NTP Subsektor Hortikultura 109,86, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 114,79, NTP Subsektor Peternakan 95,36 dan NTP Subsektor Perikanan 96,85. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) DIY pada Desember 2020 sebesar 100,15 yang turun 0.0005 dibanding November 2020 sebesar 100,14.

“Tiga subsektor mengalami kenaikan yaitu hortikultura sebesar 2,46 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,38, dan peternakan sebesar 1,24 persen. Sedangkan dua subsektor mengalami penurunan, tanaman pangan sebesar 1,00 persen dan perikanan sebesar 1,51 persen,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI