Pegawai Kejati DIY Ikuti Tes Urin, Ada Apa?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY melakukan tes urin kepada seluruh pegawai kejaksaan, Senin (2/12). Kegiatan itu dalam rangka deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kejati DIY. Selain itu sebentuk untuk memerangi peredaran narkoba.

Wakajati DIY Oktavianus SH MH menjelaskan, tes urin itu diikuti sekitar 300 orang pegawai Kejati DIY dan Kejari Kota Yogyakarta. Hal ini untuk memastikan bahwa semua pegawai Kejati DIY dan Kejari Kota Yogya bebas dari penyalahgunaan narkoba.

"Tes urin ini kami bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY. Sebagai penegak hukum, semua pegawai kejaksaan harus bersih dari narkoba," jelas Wakajati di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, tes urin ini juga bagian mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Mengingat narkoba merupakan musuh bersama sehingga semua pihak harus ikut melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba.

"Narkoba ini bisa merusak syaraf tubuh dan dapat menurunkan semangat kerja. Untuk itu narkoba harus diberantas," tegasnya.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Bambang Wiryanto SSi mengapresiasi kegiatan tes urin ini karena penegak hukum secara mandiri mempunyai inisiatif dan peduli terhadap narkoba. Pihaknya berharap kegiatan seperti ini bisa diikuti oleh instansi lain.
"Dalam tes urin ini, kami hanya membantu secara teknis saja. Nanti hasil tes urin ini akan kami sampaikan secara tertulis ke Kejati DIY," tuturnya.

Dikatakan, jumlah penyalahgunaan narkoba di DIY sekitar 33 ribu orang. Dari jumlah tersebut, 27 persen lingkungan pendidikan, 50 persen lingkungan pekerja dan sisa lingkungan masyarakat.

"Untuk ganja diminati generasi muda. Sedangkan untuk sabu hampir merata," paparnya. (Sni)

 

BERITA REKOMENDASI