Pekan Depan Trotoar Jalan Sudirman Dibongkar

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Setelah mengalami lelang ulang, proyek revitalisasi trotoar Jalan Sudirman untuk kepentingan jalur pedestrian akhirnya bisa dijalankan. Bahkan pekan depan, bangunan trotoar ditargetkan sudah bisa dibongkar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogya Agus Tri Haryono, mengungkapkan tanda tangan kontrak dengan pihak ketiga sudah dilakukan Senin (29/07/2019) lalu. “Saat ini sedang dibersihkan tanamannya supaya bisa dipindah ke tempat lain. Targetnya Minggu (4/8) sudah bersih dan dilanjutkan pembongkaran trotoarnya,” jelasnya.

Sebelum membongkar trotoar, pihak ketiga akan mendirikan pagar pengaman dari seng. Sehingga aktivitas pembongkaran taman dan trotoar tidak akan mengganggu pengendara. Hal ini lantaran selama proses pembangunan, aktivitas lalu lintas tetap diberlakukan seperti biasa atau tanpa penutupan arus kendaraan.

Agus menjelaskan, waktu pekerjaan revitalisasi trotoar Jalan Sudirman sesuai kontrak hanya 150 hari. Dengan begitu, proyek jalur pedestrian tersebut harus sudah diselesaikan sebelum akhir tahun. “Makanya kami kerjakan dua ruas sekaligus. Baik sisi selatan maupun utara, dikerjakan bersamaan,” imbuhnya.

Setelah trotoar berhasil dibongkar, langsung dibarengi dengan pemasangan box culvert untuk kepentingan drainase. Selanjutnya bagian atas dipasang teraso sebagai dasar jalur pedestrian.

Konsep yang diusung ialah garden city dengan menampilkan trotoar yang lebih elegan dan nyaman bagi pejalan kaki. Total panjang jalur pedestrian tersebut mencapai 1,2 kilometer, yaitu sisi selatan 700 meter dan sisi utara 500 meter.

Dengan konsep garden city maka pohon perindang tetap akan dipertahankan. Sedangkan taman yang dibongkar kemudian dipercantik sekaligus untuk memperluas trotoar. Sehingga lebar trotoar yang semula 2,5 meter akan menjadi sekitar 4,8 meter.

“Dengan pedestrian yang cukup lebar, maka pejalan kaki akan semakin nyaman. Apalagi, ada layanan yang cukup memadai bagi disabilitas seperti guiding block untuk penyandang tunanetra,” terangnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI