Pekerja Rumahan Butuh Perlindungan Hak Hidup

YOGYA, KRJOGJA.com – Guna mengkampanyekan dan menyuarakan hak-hak Pekerja Rumahan, Program Mampu hasil Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan bersama Kantor Berita Radio (KBR) Jakarta menggelar acara Talkshow dan Workshop Menulis Essai Ruang Publik serial dengan judul 'Kami Pekerja Rumahan, Ada dan Berdaya'.  

Acara yang diselenggarakan pada Rabu, (19/09/2018) bertempat di Greenhost Boutique Hotel  juga disiarkan di 100 Radio jaringan KBR dari Aceh hingga Papua sejak pukul 09:00 WIB. Narasumber yang hadir sebagai pembicara dalam acara ini antara lain Direktur Eksekutif Yasanti Amin Muftiyanah, Ketua Federasi Perempuan Pekerja Rumahan Bantul DIY Warisah, Sekretaris Disnakertrans Daerah Istimewa Yogyakarta Sriyati dan Ketua IWAPI Daerah Istimewa Yogyakarta Susi Ambarwati 

Warisah mengakui di Indonesia ini masih banyak sekali pekerja-pekerja  rumahan yang mendapatkan upah tidak layak. Bahkan para pekerja rumahan ini juga tidak merasakan jaminan-jaminan kesehatan dan hak-hak pekerja seperti para pekerja pada umumnya. "Bahkan kami kalau sakit, semua biaya ditanggung oleh kami sendiri,"  kata Warisah ketika menceritakan kisahnya menjadi pekerja rumahan selama hampir 20 tahun.

Menurut Warisah adanya kegiatan yang peduli untuk menyuarakan hak-hak pekerja rumahan sangat membantu dan diperlukan. Sebab, menurutnya masih banyak pekerja rumahan yang belum berani untuk bersuara karena takut kehilangan pekerjaan. Termasuk  pemahaman masyarakat yang masih banyak belum tahu tentang hak-hak pekerja rumahan itu sendiri.  "Semoga dengan kegiatan seperti ini akan membantu menyuarakan dan memberikan perubahan baik bagi para pekerja rumahan di Indonesia,” ujar Ibu Warisah.

Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga yang juga merupakan pegiat pers mahasiswa mengatakan Ferdi menjelaskan bila kegiatan seperti ini perlu diadakan terus menerus dan diberbagai tempat.  "Dengan mengikuti acara ini, saya menjadi tahu tentang bagaimana menulis essai juga menambah pemahaman saya bila ternyata masih banyak sekali pekerja-pekerja rumahan yang ternyata diupah sangat rendah,” ucapnya. (Faris Fikri)

BERITA REKOMENDASI