Pelajar SMP 5 Yogya Olah Tulang Lele jadi Pelet

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Menjamurnya warung pecel lele di Yogya menyebabkan banyaknya limbah lele goreng yang disisakan. Apalagi dari daging ikan lele yang bisa dikonsumsi hanya 40 persen saja, sedangkan sisanya 60 persen yakni limbah berupa tulang belulang.

Melihat fenomena tersebut, lahirlah ide dari Yuha Nafia, Firda Aulia dan Denaya Shabrina untuk menyulap tulang dari ikan lele goreng tersebut menjadi pelet pakan ayam. Dengan melakukan penelitian akhirnya para siswi SMP Negeri 5 Yogyakarta mampu mebuat pelet dari tulang lele dengan biaya produksi lebih murah.

Baca juga :

361 Roket Air Meriahkan Pesta Sains Jogja 2017

Dua Siswi SMA 7 Yogya Ciptakan Kotak Sampah Bisa Bicara

"Awalnya kami harus menjemur limbah lele selama satu hari, kemudian kalau sudah kering, kami panggang di oven besar dengan suhu 85 sampai 90 derajat. Setelah itu ditumbuk, dicampur bahan-bahan lainnya untuk bikin pelet. Total bisa 2 hari sampai jadi," jelas Yuha saat gelaran Pesta Sains Jogja 2017 di Stadion Kridosono Yogyakarta, Sabtu (09/09/2017).

Mereka meyakini nutrisi yang terkandung dalam lele mampu memberi gizi pada ayam. Untuk menbuat pelet pakan ayam dari limbah lele, mereka mencampur limbah lele dengan bahan lain dengan perbandingan 50 : 50.

Hasil penelitian mereka menunjukkan, pakan ayam dari limbah lele tersebut dapat menambah berat badan ayam sekitar 8-11 gram/ekor per harinya. Untuk harganya, mereka menetapkan Rp 2.500 sampai Rp 8.000 per kilogram tergantung kandungan nutrisi yang digunakan. "Kalau untuk dipasarkan kami belum sampai situ, baru sosialisasi saja pakai sampel," sambung Denaya.

Karena sampai saat ini mereka hanya bertiga dalam membuat pelet pakan ayam dari limbah lele, dengan penelitian mereka tersebut mereka membuka lapangan pekerjaan. "Nanti kalau sudah banyak peminat, udah dijual beneran, inginnya buka lapangan pekerjaan untuk bikin peletnya," kata Firda. (Mg-07)

BERITA REKOMENDASI