Pelaksanaan ANBK di SMPN 12 Yogyakarta Lancar

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat SMP digelar serentak Senin (4/10/2021) diseluruh Indonesia. Karena tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai, pelaksanaan ANBK dibeberapa sekolah harus digabung.

Seperti yang dilakukan oleh SMPN 12 Yogyakarta, berbagi tempat dengan beberapa sekolah yang ada disekitar untuk melangsungkan asesmen. “ Karena beberapa sekolah masih kekurangan Fasilitas maka dari dinas mengarahkan untuk digabung dengan sekolah terdekat, alhamdulillah fasilitas kami ada dan memadai” ujar Thomas selaku Humas dan Kesiswaan SMP 12 Yogyakarta.

Kepala sekolah SMPN 12 Yogyakarta, Abdurrahman mengatakan pelaksaan ANBK hari pertama berjalan lancar. Hari pertama ini dilakukan untuk siswa gabungan yang berasal dari luar sekolah, sedangkan siswa SMPN 12 Yogyakarta melaksanakan asesmen pada Rabu (6/10/2021) dan kamis (7/10/2021).

Siswa SMPN 12 Yogyakarta yang mengikuti asesmen terdiri dari 45 siswa utama dan 5 siswa cadangan. Siswa dipilih berdasarkan seleksi dari pusat dengan mempertimbang latar belakang masing-masing. Sesuai dengan perintah yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Asasmen merupakan langkah baru pengganti Ujian Nasional. Meskipun menjadi pengganti UN namun sistem ANBK yang digunakan sangatlah berbeda. Asesmen dilakukan dengan 4 materi yaitu Literasi, Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

“Kami tidak melakukan persiapan apa pun untuk siswa, kami natural saja, karena AN ini beda banget dengan UN. Jadi AN itu menguji kemampuan dasar anak, sehingga tidak ada mata pelajaran yang dicenderungkan, mereka bisa memahami secara logika,” jelas Abdurrahman.

Pelaksaan asesmen bukanlah hal yang menakutkan bagi siswa, karena hasil dari asesmen tidak akan berpengaruh terhadap nilai siswa tersebut. Melainkan sebagai acuan untuk perbaikan kualitas belajar disekolah.

Salah satu peserta, Putra mengaku tidak merasa takut dan hanya mengerjakan soal berdasarkan logikanya saja, diakuinya ia sempat merasa bingung dan tidak mengerti dengan beberapa soal yang ada.

Alda Febrinela, Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga

 

BERITA REKOMENDASI