Pelaksanaan UNBK Butuh Persiapan Matang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kesuksesan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), membutuhkan persiapan matang dari semua stakeholders terkait. Karena tidak sekadar berkaitan dengan persiapan akademik, tapi juga psikologis anak dan fasilitas yang digunakan untuk pelaksanaan UNBK. Tentunya semua itu dengan tetap mengedepankan kredibilitas dan kejujuran.

"Menjelang pelaksanaan UNBK alangkah baiknya apabila pimpinan sekolah, guru dan orangtua menciptakan suasana belajar yang kondusif untuk mendukung agar pelaksanaan ujian bisa lancar. Selain itu sekolah dan para guru harus meyakinkan para siswa agar mengedepankan kejujuran dalam ujian. Sehingga siswa tidak mudah mempercayai isu adanya bocoran soal, karena isu tersebut bisa menyesatkan dan mempengaruhi konsentrasi siswa," kata Wakil Dewan Pendidikan DIY, Prof Dr Buchory MS MPd.

Buchory mengungkapkan, integritas dan kejujuran harus selalu ditanamkan pada peserta didik. Karena tanpa dilandasi dengan kejujuran, nilai tinggi yang mereka peroleh tidak akan banyak berarti. Semua itu akan bisa diwujudkan apabila siswa memiliki rasa percaya diri dan siap secara materi. Sehingga bisa benar-benar fokus saat mengerjakan soal ujian.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menyatakan, meskipun jadwal UN bergeser, ketuntasan kurikulum harus dipenuhi. Apalagi tahun 2019 merupakan tahun kelima pelaksanaan UNBK yang menjadi main streaming pelaksanaan UN di masa depan.

Selain itu, mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan wilayah kepulauan pelaksanaan UNBK juga terbukti lebih efisien dan efektif dibandingkan UN berbasis kertas dan pensil, dari segi waktu, biaya, tenaga, dan pikiran. "Yang lebih penting lagi, melalui UNBK kita bisa mewujudkan pelaksanaan UN yang berintegritas,"ujarnya.

Ditambahkannya, upaya perluasan pelaksanaan UNBK dilakukan dengan berbagi sumber (resource sharing). Terkait dengan penjadwalan UN yang berbeda antar jenjang, juga dimaksudkan untuk optimalisasi resource sharing. Sebagai contoh, ketika UN SMK/MAK dilaksanakan pada tanggal 25-28 Maret 2019.

Kepala SMPN 15 Yogyakarta Siti Arina Budiastuti MPd BI menjelaskan, prestasi menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan UNBK. Karena jujur menyangkut karakter yang berpengaruh bagi nilai kesuksesan.

Sedangkan IQ yang berupa prestasi akademik itu sumbangannya terhadap kesuksesan hanya 20 persen, yang 80 persen adalah kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional atau softskil. "Sekolah menyelenggarakan doa bersama AMT termasuk di dalamnya gerakan kejujuran," ujarnya. (Ria/Ati/War)

BERITA REKOMENDASI