Pelaku Klithih Tak Ditahan Menuai Kecaman

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Peristiwa penganiayaan jalanan yang dialami Kevin (15) di kawasan Ngeksigondo Kotagede, 14 April lalu menyisakan pertanyaan besar. Ia terancam cacat permanen karena luka di bagian rahang dan hidung yang parah, namun di sisi lain para pelaku tak ditahan dengan alasan masih di bawah umur.

Seorang pelaku sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Kotagede, berinisial KR alias D (16). Namun ia akhirnya hanya dikembalikan kepada orangtua meski melanggar undang-undang yakni pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Aktivis Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba menilai langkah Polsek Kotagede untuk tidak menahan tersangka pelaku terlalu terburu-buru. Alasan tersangka di bawah umur dan kejahatan individu yang dilakukan seharusnya bukan menjadi latarbelakang utama hal tersebut dilakukan.

“Polsek Kotagede Yogyakarta terkesan buru-buru dengan tidak melakukan penahanan terhadap pelaku D. Diharapkan ada itikad baik dari pelaku, minimal membesuk korban bernama Kevin di rumah sakit dan meminta maaf kepada korban dan keluarga korban. Apapun dan siapapun yang melakukan tindak pidana berupa kekerasan (klitih) adalah salah,” ungkap Kamba, Senin (19/4/2021).

Kamba juga mengingatkan bawasanya diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana harus dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan anak dan orangtua/walinya, korban dan/atau orangtua/walinya, pembimbing kemasyarakatan, dan pekerja sosial profesional berdasarkan keadilan restoratif.

“Nah apakah proses diversi sudah dilakukan atau belum? Kemudian proses peradilan pidana anak akan dilanjutkan jika proses diversi tidak menghasilkan kesepakatan atau kesepakatan tidak dilaksanakan. Ini yang juga harus dicermati,” tandas dia.

JPW menurut Kamba juga menyampaikan keprihatinan terhadap pernyataan yang disampaikan Kapolsek Kotagede, Kompol Dwi Tavianto yang memastikan jika gerombolan pelaku tak memiliki niat untuk mencari masalah saat melintas di RSKIA setempat. Landasan hukum yang dipakai oleh Kapolsek Kotagede dirasa tidak cukup kuat dan terburu-buru.

“Sementara pelaku D ini sudah membawa batu sejak awal meskipun pengakuan dari rekan pelaku tidak mengetahui. Kami berharap penanganan kasus ini bisa lebih dicermati. JPW menyampaikan rasa prihatin dan duka atas luka yang dialami oleh korban bernama Kevin, semoga dia lekas sembuh,” pungkas Kamba.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Didik Wardoyo mengingatkan agar sekolah bisa melakukan tindakan tegas pada siswa yang melakukan pelanggaran. “Harus kita lakukan adalah sekolah melakukan pembinaan terhadap anak-anak tersebut. Kalau terkait pelanggaran hukum saya kira sudah ada ketentuan yang bisa diikuti,” tegasnya ditemui di DPRD DIY. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI