Pelaku Pembakaran Penanda Makam Gila atau Bukan, JPW Desak Polisi Usut Tuntas

SLEMAN, KRJOGJA.com – Lebih dari 8 kayu salib penanda makam di Makam Bethesda Mrican Caturtunggal Depok Sleman diketahui tercabut dan terbakar Sabtu (6/4/2019) kemarin. Meski telah mengeluarkan dugaan pembakaran dilakukan tuna wisma dengan gangguan jiwa tinggal di salah satu lokasi makam, namun polisi tetap didesak untuk menyelesaikan insiden tersebut hingga tuntas. 

Baharuddin Kamba, Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW) mengatakan kejadian tersebut merupakan hal sensitif yang akan terus menimbulkan opini di publik apabila tak diselesaikan secara tuntas. Menurut dia, ada kekhawatiran di kalangan masyarakat bahwa tindakan tersebut tak bisa dilepaskan dari kejadian diskriminasi dan intoleransi yang beberapa waktu lalu juga terjadi di Yogyakarta. 

BACA JUGA :

Ahli Waris Curiga Gerbang Makam Bethesda Terbuka Malam Hari

“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus pembakaran dan pencabutan nisan yang ada di pemakaman RS Bethesda. Jangan sampai berlarut-larut dan menimbulkan opini publik yang terus-menerus,” ungkapnya Minggu (7/4/2019). 

Pihak kepolisian melalui Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah telah menyampaikan dugaan bahwa peristiwa tersebut dilakukan oleh tunawisma dengan gangguan jiwa dibuktikan adanya guling, kardus, payung hingga kotoran manusia di dekat lokasi pembakaran kayu penanda. Namun begitu, JPW tetap mengharapkan keseriusan kepolisian untuk melakukan penanganan dan membukanya pada publik. 

“Entah misalnya orang gila atau bukan pelakunya, tetap harus diusut tuntas. Kita tunggu hasil penyelidikan kepolisian seperti apa. Kemudian harus dipikirkan pula antisipasi kedepan agar kejadian seperti ini tak terjadi lagi,” sambung Kamba. 

Sebelumnya, pihak ahli waris menyampaikan kekecewaan lantaran insiden pencabutan dan pembakaran menimpa pusara milik keluarga yang dimakamkan di pemakaman Kristiani Bethesda tersebut. Gandhi Suryo Wibowo salah satunya, meski mengaku tak habis pikir dengan kayu penanda yang hilang dari makam sang ibu namun ia memilih memaafkan siapapun pelakunya. 

“Keluarga memang sangat kecewa, bagaimanapun itu penanda makam untuk almarhumah mama. Tapi saya ikhlas, semoga pelakunya disadarkan dan diberikan ampunan,” ungkapnya pada KRjogja.com. (Fxh

BERITA REKOMENDASI