Pelaku Usaha Dituntut Manfaatkan Teknologi

YOGYA, KRJOGJA.com – Tantangan biro perjalanan di DIY akan semakin berat sehingga pelaku usahanya dituntut harus mengadaptasi cara berpikir sehingga mampu meraih pasar di era milenial pada 2018.  Teknologi yang ada sekarang akan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk membranding dan memasarkan produk guna mendongkrak industri pariwisata di DIY.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agancies (Asita) DIY Udhi Sudiyanto mengatakan, dunia pariwisata adalah merupakan salah satu dunia yang mengalami revolusi setelah adanya revolusi di bidang telekomunikasi, bidang transportasi.
Hal ini memaksa semua stakeholders pariwisata untuk berevolusi untuk mengikuti perkembangan.

"Kecenderungan ke depan adalah makin banyaknya wisatawan yang menggunakan digital untuk mencari informasi dan membeli
paket wisata, sehingga kami harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Walaupun ada beberapa hal yang tidak bisa dibeli secara online yakni human touch dan hospitality. Kedua
hal tesebut harus diramu manjadi salah satu bagian yang harus tetap kami miliki,” papar Udhi kepada KR, Sabtu (30/12).

Menurutnya, tahun 2017 merupakan tahun dimana pariwisata Indonesia semakin bangkit dari ketertinggalan dari negara tetangga khususnya Thailand dan Vietnam. Apalagi Presiden
Joko Widodo telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan. (Ira)

 

 

BERITA REKOMENDASI